Diposting : 22 October 2019 13:02
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ Ramia Adnyana
balitribune.co.id | Kuta - Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2019-2024 telah resmi dilantik dalam sidang MPR RI di Jakarta pada 20 Oktober 2019 yang tentunya membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat dan komponen bangsa Indonesia termasuk kalangan industri pariwisata. 
 
Tidak terkecuali bagi kalangan pariwisata di Bali yang sangat mengharapkan kehadiran pemimpin yang memiliki figur untuk mampu membawa bangsa ini lebih maju ke depannya. Para insan pariwisata Bali dari berbagai kalangan secara spontan melaksanakan syukuran sederhana pada hari bertepatan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia di  H Sovereign Bali, Kuta, Badung. 
 
Menurut koordinator acara, I Made Ramia Adnyana yang juga Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association, bahwa pelantikan pemimpin negara ini patut disyukuri oleh segenap anak bangsa dengan cara apapun walaupun sangat sederhana. "Selain sebagai wujud nasionalisme ini tentunya sebagai bentuk semangat baru bagi kita semua dalam mendukung pemerintah mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju”.
 
Lebih lanjut Ramia Adnyana menyampaikan bahwa insan pariwisata harus bekerja keras ke depannya dan berjalan beriringan bersama pemerintah baik pusat dan daerah dalam rangka akselerasi pencapaian pariwisata yang berkelanjutan secara kualitas dan kuantitas. Hal ini diperkuat lagi oleh penjelasan praktisi senior perhotelan Bali, I Nyoman Astama, yang menyatakan pentingnya jaminan keamanan dalam mendukung kepariwisataan. 
 
Dikatakannya, pariwisata membutuhkan jaminan keamanan dan stabilitas politik sebagaimana bagian dari Sapta Pesona. Dengan telah dilantiknya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin ini pihakny yakin akan dapat membawa iklim usaha yang semakin baik ke depannya. "Apalagi telah ditetapkannya pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan nasional dengan perolehan devisa negara terbesar kedua di bawah perkebunan kelapa sawit," kata Astama.
 
Pelaku industri pariwisata Bali berharap  kondusifitas Indonesia dan Bali khususnya sebagai destinasi wisata Internasional akan mampu memberi rasa aman dan nyaman kepada calon wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia karena stabilitas di bidang politik terkendali. Demikian pula pembangunan pariwisata nasional untuk mencapai target devisa sebesar US$ 28 miliar dan 15 juta lapangan kerja akan bisa diwujudkan. "Kami mengajak semua stakeholders dan seluruh masyarakat Indonesia untuk melihat ke depan. SDM Ungul Indonesia Maju. Jayalah Indonesia ku," ucapnya.