Diposting : 18 April 2019 22:31
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Ketut Ardana
balitribune.co.id | Denpasar - Pesta demokrasi yang menjadi ajang pemilihan presiden beserta wakil rakyat yang berlangsung pada 17 April 2019 ini diharapkan membawa kedamaian dan tidak mempengaruhi keamanan, kenyamanan serta ketertiban umum. Pasalnya pada momen ini ribuan turis dari mancanegara sedang berwisata menikmati keindahan Pulau Bali. Mengingat Bali sebagai destinasi wisata internasional, sehingga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada wisatawan dari berbagai negara bahwa pelaksanaan pesta demokasi di negara ini dan di Bali khususnya berlangsung aman, damai dan tertib tanpa mengganggu aktivitas wisatawan. 
 
Apalagi wisatawan pun sudah mengetahui bahwa masyarakat Bali sedang melaksanakan Pemilihan Umum 2019. Demikian disampaikan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana ketika dikonfirmasi, Rabu (17/4). "Iya, wisatawan pun sudah tahu kalau masyarakat Indonesia sedang melakukan pesta demokrasi memilih pemimpin negara ini," katanya. 
 
Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana mengatakan, jika saat perjalanan tur ke objek-objek wisata, wisatawan melihat masyarakat beramai-ramai ke tempat pemungutan suara TPS maka hal ini pun akan dijelaskan oleh pemandu (guide) bersangkutan. "Jika ada pertanyaan dari wisatawan, pasti kita sampaikan terkait pesta demokrasi ini. Mungkin akan ada pertanyaan-pertanyaan dari wisatawan yang in house," terangnya. 
 
Menurut Ardana, wisatawan asing yang sedang berada di Bali pasti mengapresiasi pesta demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia. "Mereka (wisatawan) pun senang jika Pemilu 2019 ini berlangsung dengan aman dan damai," ujar Ardana. 
 
Lantas apakah ada wisatawan yang tertarik untuk melihat secara langsung seperti apa proses pemungutan suara di TPS?. "Sementara, belum ada informasi dari para guide kalau wisatawan minta datang ke TPS untuk menyaksikan orang nyoblos. Tapi dalam perjalanan tur, mereka hari ini bisa saja berhenti untuk sekadar tahu," ungkapnya. 
 
Sebagai pelaku industri pariwisata dia berharap presiden yang terpilih mampu 
 
melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah. Sedangkan untuk calon legislatif yang terpilih diharapkan memiliki pemahaman yang benar terkait alam dan budaya Indonesia. Begitu pun paham apa yang harus dikerjakan dan dibangun pada 5 tahun ke depan serta tidak korupsi.