Diposting : 23 December 2018 13:35
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Wayan Mariyana Wandhira
BALI TRIBUNE - Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali bertekad melahirkan pebalap sepeda berkualitas dan profesional. Karenanya diperlukan pelatih yang benar-benar menguasai teknik kepelatihan berdasarkan analisis pakar-pakar olahraga.
 
“Atlet balap sepeda di Bali banyak. Mereka perlu dikelola secara baik dan benar oleh pelatih profesional. Pelatih inilah yang kita belum punya, artinya pelatih yang punya tata cara melatih dengan baik dan benar,” ujar Ketua Umum ISSI Bali, Wayan Mariyana Wandhira di sela-sela acara pelatihan pelatih balap sepeda tingkat dasar di Sanur, Sabtu (22/12/2018).
 
Pelatihan pelatih balap sepeda tingkat dasar berlangsung dua hari diikuti 200 peserta berasal dari Pengkab dan Pengkot ISSI seluruh Bali, guru-guru olahraga maupun pihak-pihak yang ingin mengembangkan olahraga balap sepeda di Bali. Dalam agenda ini ISSI Bali mendatangkan dua pelatih dari PB ISSI, yakni Paulus Livinus Pesurnay dan Maryatno.
 
Wayan Mariyana Wandhira mengatakan dari 200 peserta yang mengikuti pelatihan nantinya akan terpilih beberapa pelatih yang mampu lolos untuk mengantongi lisensi pelatih balap sepeda daerah. Bila prestasi pelatih dapat terus diasah, ISSI Bali selanjutnya akan mengirim pelatih-pelatih tersebut mengikuti pelatihan tingkat nasional agar dapat mengantongi sertifikat atau lisensi sebagai pelatih nasional.
 
“Ketika dia lolos di tingkat daerah dengan baik dan benar baru kita kirim ke tingkat nasional sehingga memiliki sertifikat nasional dan itu sangat susah. Kemarin kita kirim tiga commissaire satu pun tidak ada yang lolos karena sangat susah,” ujarnya.
 
Dia mengatakan, atlet balap sepeda tumbuh pesat di sekolah-sekolah di Bali. Ini seiring dilombakannya cabor balap sepeda pada ajang Porsenijar. Merupakan kewajiban ISSI seluruh Bali untuk menggali dan mengembangkan bibit-bibit tersebut melalui pelatihan terarah dan terprogram sehingga nantinya bisa diandalkan Bali ke tingkat nasional.
 
ISSI Bali sendiri, sebut dia, hanya punya satu pelatih berlisensi nasional, yakni Kertiyasa. Pelatihan pelatih tingkat dasar ini, lanjut dia, baru pertama kali diselenggarakan ISSI Bali, dan nantinya akan diadakan lagi setelah yang pertama ini berhasil mencetak pelatih yang dibutuhkan.