Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 8 July 2016 11:18
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Teror
Keterangan Gambar: 
RAZIA - Anggota Polres Jembrana melakukan razia terhadap kendaraan yang melintas di jalur nasional, Denpasar-Gilimanuk, pada Kamis (7/7) siang.

 Negara, Bali Tribune

Paca aksi teror bom bunuh diri di halaman Mapolres Surakarta, penjagaan di pintu masuk Bali dipertekat. Di Pelabuhan Gilimanuk, pemeriksaan orang, barang, dan kendaraan yang masuk ke Bali melibatkan mobil x-ray setelah selama ini dilakukan manual menggunakan metal detector dan inspection mirror.

Kapolres Jembrana, AKBP Djoni Widodo, saat dikonfirmasi, Kamis (7/7), mengatakan, pihaknya selama ini tidak pernah mengendorkan pengamanan terutama di pintu masuk Bali. Pengamanan pintu masuk di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, menurutnya, bahkan telah dilakukan penebalan personel jauh-jauh hari sebelum terjadinya peristiwa Bom Surakarta tersebut. Pasalnya, pengamanan di Gilimanuk menyangkut keamanan Bali secara keseluruhan.

Bahkan mulai Selasa (5/7) lalu, pengamanan terhadap pintu masuk Bali di Gilimanuk semakin diintensifkan dengan dioprasikannya mobil x-ray dari Polda Bali di pintu keluar pelabuhan penyeberangan Gilimanuk. Dengan adanya mobil x-ray yang kini dioprasikan oleh personil Brimob Detasemen C Gilimanuk ini, seluruh benda yang ada di dalam kendaraan yang turun dari kapal dan akan keluar dari pelabuhan penyeberangan Gilimanuk akan bisa terpantau.

Menurutnya benda yang ada pada saku pakaian sopir dan penumpang pun bisa terlihat. Sehingga diharapkan benda-benda berbahaya tidak bisa dengan mudah masuk Bali khususnya melalui pintu masuk jalur darat yang memang selama ini memiliki kerawan yang cukup tinggi. Terkait pergerakan pelaku terorisme, radikalisme dan simpatisan ISIS, menurut Kapolres, pihaknya sejauh ini belum menemukan adanya orang-orang yang patut dicurigai.

Begitu pula hingga saat ini belum ada informasi mengenai masuknya pelaku maupun DPO terorisme ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kendati demikian, pihaknya tetap tetap melakukan antisipasi dan upaya-upaya pencegahan. Pihaknya juga meminta partisipasi dan peran aktif masyarakat untuk ikut serta mengantisipasi masuknya berbagai ancaman keamanan dan ketertiban dengan selalu peduli pada lingkungan.

Ia meminta kepada masyarakat agar secepatnya ke aparat jika mengetahui ada orang-orang mencurigakan terlebih pada kawasan-kawasan pesisir dan jalur-jalur tikus. Pihaknya juga mengungkapkan jika saat ini salah satu sasaran pelaku teror adalah kepolisian yaitu dengan menyerang markas kepolisian maupun personil kepolisian. Sehingga jauh-jauh hari pihaknya berupaya mengantisipasi yaitu dengan mempertebal pos-pos polisi termasuk pos polisi lalu lintas.

Bahkan kini pihaknya memperketat pengamanan dan pemeriksaan pintu masuk Polres Jembrana. Pihaknya mohon maaf kepada masyarakat yang mendatangi Polres Jembrana karena saat ini pihaknya meningkatkan pemeriksaan terhadap semua orang yang masuk Polres Jembrana dan barang bawaannya sesuai standard operasional procedure (SOP). Dengan antisipasi sedini mungkin diharapkan bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.