Diposting : 6 April 2018 18:41
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Asian Games
Keterangan Gambar: 
I Made Purwita

BALI TRIBUNE - Pengurus Kabupaten Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Pengkab Perbasi) Gianyar merasa yakin dua pebasket putrinya yang kini sedang seleksi nasional bakal mampu lolos menjadi skuat basket putri Indonesia untuk laga Asian Games 2018.

Rasa optimisme itu muncul lantaran kemampuan dua pebasket yang telah cukup malang melintang di event basket nasional itu tak diragukan lagi. Dua pebasket putri itu yakni Dewa Ayu Made Sriartha dan Ni Putu Eka Liana Febriana.

"Saya yakin dengan kemampuan mereka. Mudah-mudahan bisa masuk tim definitif basket putri Indonesia untuk Asian Games 2018. Dan, sampai saat ini baru beberapa kali dilakukan penciutan. Meski belum definitif, mudah-mudahan dua pebasket kita tetap bisa masuk di tim inti," ungkap Ketum Perbasi Gianyar, Made Purwita, Kamis (5/4).

Kata Purwita, meski persaingannya cukup ketat, namun pihaknya yakin keduanya bisa masuk timnas. Purwita menambahkan, Dewa Ayu Made Sriartha mengikuti seleksi di tim 3 X 3, dan Ni Putu Eka Liana Febriana seleksi di tim 5 X 5.

"Jadi keduanya bukan rival di seleksi. Sebab, ada seleksi di tim 3 X 3, dan satunya lagi di tim 5 X 5. Makanya, peluangnya cukup terbuka. Bahkan, khusus saingan Ayu sekarang masih tinggal 8 pebasket. Peluangnya cukup terbuka dengan kemampuan pebasket Ayu," beber Purwita.

Purwita menambahkan, saat ini kondisi Dewa Ayu memang masih dalam tahap proses pemulihan. Telapak tangannya cedera, tapi untuk seleksi nasional persiapan Asian Games dia tetap dipanggil. "Kami yakin bulan depan pebasket Dewa Ayu sudah bisa tampil maksimal lagi pasca cedera," tandas Purwita menambahkan.

Selain diproyeksikan lolos Asian Games, Pengkab Perbasi Gianyar juga akan kembali menyiapkan dua pebasketnya itu masuk tim Porprov Bali. Dewa Ayu kelahiran 1998, tetap dipanggil mewakili Gianyar untuk Porprov Bali tahun 2019 di Tabanan. Sementara untuk Eka, bulan April ini memang selelasi ikut UN. Dia juga dipanggil TC Pelatnas Asian Games.

"Eka sudah pasti bisa masuk membela Gianyar di porprov karena kelahiran tahun 2000. Kami ingin pertahankan medali emas di Basket Putri Porprov. Tapi sebelum itu, kami targetnya dia masuk timnas inti Asian Games dulu," tegas Purwita.

Dengan semakin banyak pengalaman di Asian Games, persaingan antarnegara tentu akan menjadi modal berharga saat diturunkan di level daerah.

Rivalitas yang ketat dan sengit sudah terbiasa dirasakan atletnya. Dengan demikian, kematangan pada saat bermain diharapkan tidak lagi demam panggung.

"Kalau yang namanya sudah masuk pelatnas akan beda kemampuannya. Termasuk ilmu yang didapat di pelatnas dapat ditularkan di rekan-rekannya di tim porprov. Selain dapat membela negara di ajang bergengsi, tentu akan menjadi kebanggaan saat mampu menorehkan medali emas di event Porprov," papar Purwita.