Diposting : 22 September 2018 11:19
Ketut Sugiana - Bali Tribune
BERSAMA - Tampak Ida Ayu Made Gayatri kompak foto bareng usai diganti.
BALI TRIBUNE - Ida Ayu Made Gayatri akhirnya resmi berhenti jadi anggota DPRD Klungkung, ditandai dengan adanya Sidang Paripurna Istimewa Pergantian Antar Waktu (PAW) di gedung DPRD Klungkung, Jumat (21/9) . 
 
Posisi Ida Ayu Gayatri di DPRD digantikan Ketut Srinada asal Dusun Uma Salakan, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung. Sementara posisinya selaku Wakil Ketua DPRD Klungkung resmi dijabat oleh Wayan Buda Parwata Ketua Fraksi Partai Hanura di DPRD Klungkung yang juga tokoh politisi asal Desa Timuhun, Banjarangkan.
 
Sidang Paripurna DPRD Klungkung ini dengan agenda khusus pergatian PAW  Ida Ayu Made Gayatri Srikandi asal Desa Takmung, Banjarangkan sebagai Wakil Ketua DPRD Klungkung, yang  digantikan Wayan Buda Parwatha dirinya juga berhenti dari kursi empuk DPRD Klungkung. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Wayan Buda Parwata sebagai Wakil Ketua DPRD dan Ketut Srinada sebagai anggota Penggantian Antar Waktu anggota  DPRD Klungkung ini dihadiri Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, anggota DPRD dan Kepala Perangkat Daerah. Tampak Ida Ayu Gayatri juga terlihat hadir dengan raut tegar dalam sidang paripurna khusus ini.
 
Usai pelantikan dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD Klungkung ini Wayan Buda Parwata dengan mimik merendah menyatakan kalau tugas sebagai pimpinan di DPRD sudah jelas. Pihaknya hanya meneruskan yang sudah dijalankan sesuai dengan agenda tahunan. Apalagi saat ini sedang membahas anggaran perubahan.  
 
Ditemui, Ida Ayu Gayatri mengaku tidak terpengaruh terhadap proses pergantian dirinya sebagai anggota DPRD Klungkung. Apalagi sampai menjatuhkan mentalnya untuk maju lagi menjadi caleg dari Partai Nasdem. “Semua sudah saya persiapkan dari awal. Saya tidak mau menoleh ke belakang untuk melihat persoalan yang terjadi. Biarlah orang lain yang menilai, siapa sebenarnya saya karena bagi saya lebih cepat lebih bagus,” ujarnya.
 
Setelah berhenti jadi anggota DPRD, Gayatri akan lebih fokus ke bawah melakukan konsolidasi. Termasuk  sosiliasasi untuk memperkenalkan diri lagi kepada masyarakat.  Apalagi sekarang dirinya tidak lagi di Partai Hanura, melainkan sudah pindah ke Partai Nasdem.  “Kenapa saya pilih Nasdem ? Karena Partai Nasdem merupakan partai Nasional tanpa mahar,” katanya.
 
Menurut Gayatri, di Partai Hanura memang tidak mahar. Tapi di sana ada tali kasih. Dana tali kasih tersebut disetor ke partai untuk membesarkan partai. Menurut Gayatri hal itu tidak jadi masalah. Karena  kewajiban bagi seorang kader untuk membesarkan partai setelah duduk di kursi DPRD. “Memang saya kecewa pertama kali karena merasa didiskriminasi. Tapi setelah itu tidak. Ini siklus di kehidupan politik, harus ada pasang surut. Orang politik harus siap disanjung dan dicaci. Kalau memang tidak siap mental jangan terjun ke politik,” katanya.
 
Dengan mundur dirinya sebagai anggota DPRD, Gayatri hanya berharap penggantinya (Ketut Srinada dan Wayan Buda Parwata) tetap memperjuangan aspirasi masyarakat. Apalagi Buda Parwata yang sekarang menjadi Wakil Ketua DPRD memiliki banyak pengalaman. “Tujuan anggota DPRD sebenarnya sama untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Apalagi Hanura di Klungkung sudah bisa membentuk fraksi sendiri,” ujar Gayatri.