Diposting : 6 October 2017 22:25
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Udayana
Keterangan Gambar: 
MERIAH – Peringatan HUT ke-27 TNI yang digelar Kodam IX/Udayana di Niti Mandala Renon, kemarin berlangsung semarak dengan adanya simulasi penanggulangan terorisme.

BALI TRIBUNE - Peringatan sekaligus perayaan HUT ke-72 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar Kodam IX/Udayana di Lapangan Puputan Nita Mandala, Renon, Denpasar, Kamis (5/10), berlangsung sangat meriah. Sempat diwarnai ledakan bom TNT (Trinitrotoluena) yang dilakukan oleh tim penanggulangan teroris (Gultor) 900/Raider untuk membebaskan para sandera.

Ribuan warga masyarakat juga ratusan tamu undangan sempat tercengang, kaget, dan terkejut saat mendengar ledakan keras bom tersebut yang meluluh-lantakkan sebuah bangunan rumah “buatan” yang dijadikan tempat persembunyian kawanan teroris.

Dalam simulasi penanggulangan dan pembebasan sandera itu juga melibatkan sejumlah penerjun profesional yang hanya menggunakan seutas tali saat turun dari heli Belt untuk mendekati obyek sasaran.

Hal ini menggambarkan kesigapan Tim Gultor yang profesional dalam bertindak dengan cepat dan tepat sasaran untuk melumpuhkan kawanan teroris. “Inilah salah satu tugas pokok TNI untuk mengatasi masalah terorisme dengan tetap memelihara sikap profesionalisme,” ujar Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup), mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, SIP., MSc.

Didampingi Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Hotman J Hutahaean, SSos., Kasdam mengapresiasi kesigapan para personel gultor yang mampu melumpuhkan kawanan teroris sekaligus membebaskan para sandera dengan selamat. “Diharapkan para prajurit TNI di seluruh jajaran Kodam IX/Udayana makin profesional. Apalagi dihadapkan dengan tahun 2018, kita akan mengembangkan beberapa satuan, baik yang ada di daratan Bali, Mataram (NTB), sampai Kupang, NTT. Ada Batalyon Armed, Arhanud, dan Zeni,” jelas Kasdam.

Dalam acara yang berlangsung secara bombastis, perfeksionis, dan spektakuler, seperti yang diinisiasi oleh Pangdam IX/Udayana ini, juga ditampilkan sociodrama perjuangan rakyat Bali dalam melawan sekaligus mengusir penjajah dari Pulau Bali. Termasuk mendemonstrasikan seni beladiri pencak silat untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang melibatkan puluhan rakyat, hal ini sesuai dengan tema acara “Bersama Rakyat TNI Kuat”.

Selain melakukan bakti sosial (baksos) dan karya bakti bedah tumah belasan kediaman yang dihuni keluarga veteran dan masyarakat umum, Kasdam juga menyerahkan sejumlah kaki palsu kepada yang memerlukan.

“Terima kasih kepada Yayasan Kick Andy yang memberikan sumbangan kaki palsu kepada msyarakat. Saya sangat senang sekali, karena melalui kepedulian kita semua adalah merupakan kekuatan bangsa. Betapa gembiranya mereka pada saat menerima dan memakai kaki palsu tersebut. Karena kebahagiaan masyarakat adalah kebahagiaan TNI juga,” tegas jenderal TNI bintang satu itu.

Sebelumnya, untuk pertama kalinya dalam upacara militer yang dipimpin Komandan Upacara Letkol Inf Rudi Simangunsong (Pabandya Ren Srendam IX/Udayana) kemarin, menempatkan sebuah panser Anoa sebagai podium untuk Irup ketika membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Bahwasannya kata Panglima TNI, penyelenggaraan peringatan HUT ke-72 TNI ini pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat atas pembangunan kekuatan TNI, baik yang telah dan sedang dilaksanakan, khsususnya pada Tahun Anggaran 2017.

Adapun makna yang terkandung dalam tema “Bersama Rakyat TNI Kuat” adalah TNI tumbuh dan berkembang serta berjuang bersama rakyat. Sampai kapanpun TNI akan setia dan menjunjung tinggi sumpah prajurit serta setia kepada NKRI yang berdasarkan UUD 1945, di mana Pancasila adalah sendi utama yang melekat erat pada setiap jiwa raga TNI.

Politik TNI adalah politik Negara, yaitu politik yang diabdikan bagi tegak kokohnya NKRI yang di dalamnya terangkum ketaatan pada hukum, sikap yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun, serta taat pada atasan. Setiap prajurit TNI dan aparatur sipil Negara (ASN) dituntut mengedepankan tugas dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Sebelum menyaksikan defile pasukan dan alutsista serta kirab empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara, Kasdam menyerahkan tropi “Pangdam Cup 2017” kepada para juara dalam berbagai kegiatan lomba dan turnamen olahraga serta melakukan pemotongan tumpeng dan foto bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan.