Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 30 September 2017 12:37
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Pengusabaan
Keterangan Gambar: 
NGAYAH - Para pengungsi meluangkan waktunya untuk ngayah mejejahitan persiapan karya Ngusaba di Pura Dasar Buana.

BALI TRIBUNE - Pemandangan yang sangat berbeda dari kondisi pengungsian, dimana para relawan yang biasanya disuguhi pemandangan wajah sedih, putus asa dan penuh ketidakpastian yang menyelimuti wajah wajah mereka. Namun situasi yang berbeda yang terjadi dipengungsian di Kabupaten  Klungkung khusususnya di Pos Pengungsian di Banjar Jelantik Kuribatu Desa Tojan, Klungkung.

Pemandangan sangat manusiawi dan tampak semangat kegotong royongan yang ditampilkan oleh para pengungsi ini. Mereka, utamanya kaum wanita, tampak ngayah membuat canang maupun sarana upakara banten lainnya yang spontan mereka lakukan, malah mereka minta disiapkan busung saja untuk membuat sarana upakara tersebut.

Menurut kordinator relawan yang bertugas di Pos Banjar Jelantik Kuribatu Kadek Yogi Suarjana di sela-sela kegiatannya membagikan beras dan lauk yang disiapkan untuk para pengungsi yang adapat tugas memasak untuk kebutuhan teman teman mereka sendiri, bahwa kegiatan spontan ini bermula ketika mobil angkot menurunkan busung untuk didistribusikan pada ibu ibu di banjar. Busung tersebut rencananya dipakai sarana membuat canang maupun banten upacara untuk persiapan karya Pengusabaan di Pura Dasar Buana pada Purnama Kapat tanggal 5 Oktober 2017.

“Ibu-ibu para pengungsi bertanya untuk apa busung ini dibeli? Ya, kita katakan lagi beberapa hari warga di sini akan mengikuti Karya Pengusabaan Purnama Kapat di Pura Dasar Buana! Spontan para ibu-ibu minta busung ini dan langsung mereka mengerjakan apa yang diperlukan untuk dibuat. Ya, seperti sekarang yang dilihat semua para ibu-ibu sibuk membuat canang upacara,” ujar Kadek Yogi Suarjana.

Kadek Suarjana menuturkan lagi beberapa hari lagi warga di Banjar Jelantik Kuribatu bakal mengikuti Karya ngusabe nini di desa Pakraman Desa Adat Gelgel. Di tengah musibah bencana terdampak aktifitas Gunung Agung ini Posko Banjar Jelantik Kuribatu dengan senang hati mengajak warga  pengungsi yang kebanyakan dari Banjar Dinas Pegubugan Desa Sekat, Muncan untuk ikut melakukan kegiatan berupa membuat tamas yang nanti digunakan dalam rangka Ngusabe Nini yang akan dilaksanakan pada Kamis  5 oktober 2017 di Pura Dasar Buana, Desa Gelgel, Klungkung.

Salah seorang pengungsi yang sibuk mejejahitan yang mengaku bernama Mek Tut panggilannya menyatakan rasa senangnya bisa membantu warga di Banjar Jelantik Kuribatu membuat sarana upakara nanti. ”Saya senang bisa membantu warga di sini membuat canang dan sarana upakara lainnya, disamping itu sebagai rasa trima kasih kami kepada warga di sini yang telah tulus ikhlas membantu kami semua mengungsi di sini. Suasana di sini seperti di rumah sendiri,” celotehnya bahagia seperti lupa akan keadaannya sebagai pengungsi.