Diposting : 12 October 2018 23:12
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
COACHING CLINIC - Peserta coaching clinic cabor petanque yang diadakan Pengkab FOPI Tabanan dengan mendatangkan narasumber dari luar negeri.
BALI TRIBUNE - Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Tabanan bekerja sama dengan KONI Tabanan, Kamis (11/10) menggelar “Caching Clinic Tabanan 2018”,  dibuka Ketua KONI Tabanan, I Dewa Gede Ary Wirawan, di lapangan petanque, Kompleks Stadion Debes Tabanan.
 
Coaching clinic ini cukup spesial karena mengundang narasumber atau fasilitator dari luar negeri, yaitu Ketua Bidang Teknik Asosiasi Petanque Asia, Mr. Pratakorn Sakimngam  yang akrab dipanggil MR. Tui dari Thailand.
 
Dalam sambutannya, Ketua FOPI Tabanan Ketut Westra mengatakan coaching clinic melibatkan 15 atlet utama dan 100 atlet pemula yang dilaksanakan mulai Kamis hingga Rabu (24/10).  Khusus bagi atlet utama,  kata Westra, coaching clinic ini merupakan persiapan untuk meningkatkan teknik, fisik dan mental atlet petanque Tabanan dalam rangka menghadapi Porprov Bali 2019 dengan target mempertahankan juara umum.
 
Ketua KONI Tabanan, I Dewa Gede Ary Wirawan dalam sambutannya berharap seluruh atlet petanque Tabanan dapat memanfaatkan kesempatan berlatih dengan pelatih internasional dan berpengalaman Mr. Tui dengan baik agar bisa membantu meningkatkan kualitas dan skill permainan mereka.
 
Dengan demikian, kata Dewa Wirawan, petanque Tabanan nantinya mampu bersaing pada event-event di tingkat daerah, nasional maupun international. 
 
Sementara Ketua FOPI Bali, Yama Dhiputra menyambut baik langkah FOPI dan KONI Tabanan mengundang pelatih petanque level internasional MR. Tui, karena dia (MR. Tui-red) berasal dari tim terbaik di tingkat Asia dan dianggap paling mengerti tentang teknik olahraga petanque.
 
Yama yang juga Binpres KONI Bali ini mengatakan sudah saatnya atlet petanque Bali memiliki visi bertanding tingkat internasional dan bersyukur hal itu sudah dimulai oleh FOPI Tabanan. 
 
“Atlet petanque Tabanan harus mulai berpikir go international sekaligus belajar bahasa asing apalagi tahun 2024 nanti kita memiliki target agar atlet petanque Indonesia bisa tampil di Olympiade Paris,” pungkas Yama.