Diposting : 16 October 2018 15:18
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Peringatan Hari Ulang Tahun KONI, yang dilaksanakan KONI Bali d GOR Lila Bhuana Denpasar, Senin (15/10).
BALI TRIBUNE - Pengkab Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Badung siap menggelar ajang Mangupura Cup III pada 23-25 November mendatang. Di event khusus lokal Badung itu, dipertandingkan tiga kategori.
 
Ketua Harian Pengkab FOPI Badung, I Nengah Ardina saat ditemui di sela-sela HUT KONI di GOR Lila Bhuana, Senin (15/10), menjelaskan tiga kategori itu yakni, single putra-putri, double putra-putri dan triple putra-putri. "Sebenarnya ada satu kategori lagi di petanque yakni nomor shooting. Tapi itu tak kami pertandingan karena sudah memiliki event sendiri," tegas Ardina.
 
Terkait peserta, pihaknya menargetkan sebanyak-banyaknya dari tingkat pelajar SD hingga SMA/SMK. Bahkan, pihaknya juga berharap klub klub petanque yang ada di Badung turut mengutus pemain terbaiknya.
 
"Kalau bisa memang sebanyak-banyaknya karena event itu nantinya menjadi indikator kami dalam memantau atlet untuk menghuni tim bayangan menuju Porprov Bali 2019," tegasnya.
 
Memang diakui juga, saat ini ada beberapa atlet yang sudah layak masuk ke tim bayangan, tapi konsistensinya juga perlu dilihat. Jadi, Mangupura Cup nanti bisa dipakai pemain itu untuk menunjukkan kualitas serta memberikan sinyal bahwa atlet bersangkutan memang layak menjadi tim Porprov Badung nantinya.
 
Pada intinya, FOPI Badung ingin menargetkan bisa merebut juara umum dari tangan Kabupaten Tabanan saat Porprov Bali 2017 silam. Meski Tabanan diakuinya tak tinggal diam untuk mempertahankannya.
 
Sebagai rival, Badung tentu sudah menyiapkan program dengan mematangkan pelatih serta atlet untuk misi juara umum itu. "Rival bukan hanya Tabanan kok, ada Buleleng, Denpasar, Gianyar dan lainnya juga. Musuh bukan satu atau dua tim saja, melainkan semua harus diwaspadai," ujarnya.
 
Hanya saja, pihaknya masih terkendala soal tempat latihan. Jika Tabanan diakuinya sudah memiliki tempat latihan khusus untuk FOPI mereka, berbeda dengan Badung yang justru masih meminjam lapangan yang berlokasi di SMK Mengwitani.
 
"Kami sudah ajukan permohonan pembangunan lapangan khusus petanque itu. Memang sudah mendapat atensi dari Pemkab serta KONI Badung, hanya saja kendalanya hanya pemilihan lokasi yang tepat saja, dimana akan dibangun," tandas Ardina.