Diposting : 7 February 2018 21:11
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali United
Keterangan Gambar: 
Yabes Tanuri (kiri pegang jersey) saat memperpanjang kontrak kerja sama dengan salah satu sponsor.

BALI TRIBUNE - CEO Bali United, Yabes Tanuri menilai turnamen Piala Presiden 2018 dan AFC Cup sama-sama penting untuk dilakoni, dan dari kedua turnamen itu diharapkan skuat Bali United memberikan hasil maksimal.

Kepada wartawan, Selasa (6/2), dia mengatakan bulan Februari menjadi bulan spesial bagi Bali United. Wajar saja, di bulan ini memasuki hari jadinya. Tentu saja, trofi yang diingin-inginkan harus bisa mampir ke rak Serdadu Tridatu.

“Saya minta kepada para pemain untuk tidak setengah-setengah melakoni kedua turnamen itu, di Piala Presiden kita sudah masuk semifinal,” ujar Yabes Tanuri.

 Lebih lanjut dikatakan, bukan sembarang tim yang bisa mencapai level ini, mengingat ada tim yang sudah bertahun-tahun menginginkannya, namun gagal tercapai. Bagi Bali United, bermain di level Asia dengan umur yang masih sangat muda adalah moment yang tidak bisa didapat dua kali.

"Jadi kami manfaatkan dan sangat fokus menatapnya. Piala Presiden dan AFC Cup, suatu pencapaian luar biasa untuk kami dan juga para pecinta Bali United," tegasnya.

Soal kesiapan teknis, Yabes enggan membeberkannya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih. Sementara itu, pelatih kepala Bali United, Widodo Cahyono Putro menambahkan, soal kesiapan di AFC Cup dan Piala Presiden ia sudah ia antisipasi. Begitu soal jadwal, meskipun sangat merugikan, diakui pelatih asal Jatim ini tak perlu dirisaukan secara berlebihan.

"Kami sudah sangat siap, jadi tidak ada kata tidak siap. Soal jadwal kan itu sudah ditetapkan, jadi jalani saja. Soal recovery yang hanya sehari, saya tidak mau berandai-andai. Yang jelas saya menatap yang terdekat dahulu," tegasnya.

Nah, di AFC Cup nanti, Bali United akan membawa nama Indonesia bersama tim lokal lainnya yakni Persija Jakarta. Meski aura persaingan di kancah tanah air sangat sengit dan penuh gengsi, namun lain halnya jika sudah keluar dengan membawa nama Indonesia.

"Tak ada istilah gengsi-gengsian. Kami dna Persija sama-sama membawa nama Indonesia. Tak ada istilah kami atau Persija yang paling kuat. Kita harus sama-sama membawa nama harum bangsa," tegasnya.