Diposting : 28 March 2016 14:00
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Sejumlah ibu-ibu mementaskan Tari Rejang Dewa serngkaian piodalan di Pura Dalem Pemuteran,Jelantik Kuribatu Tojan,Klungkung, Sabtu (26/7) malam lalu.

Semarapura,Bali Tribune

Bertepatan dengan tumpek Krulut, Sabtu (26/3) lalu berlangsung puncak karya Piodalan lan Petirtaan di Pura Dalem Pemuteran ,Banjar Jelantik Kuribatu Desa Tojan ,Klungkung. Hadir dalam pelaksanaan ritual di parahyangan Ida Dalem I Dewa Madenan tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta didampingi Nyonya Ayu Suwirta bersama keluarga.

Dalam pernyataannya Bupati Suwirta mengtkan, selaku krama pengempon dirinya berkewajiban untuk nawur cingkrem ping ngenem bulanan (iuran wajib tiap enam bulan sekali,red) sebesar Rp 610 ribu.

Dana tersebut ungkap bupati telah diserahkan dan diterima ketu panitia piodalan Nyoman Budaya serta Bendahara Pura, Kadek Sudiarsana.

Dia menambahkan,selaku umat dirinya juga memiliki tanggungjawab atas kelangsungan parahyangan dimaksud melalui punia sekedarnya. Punia dimaksud diterima Klian Pura Dalem Pemuteran, Putu Winaya didampingi penyarikan Komang Diana.

Ditempat yang sama, Jan Bangul Pura Dalem Pemuteran Desa Pakraman Tojan, Jro Mangku Mujana menerangkan, ritual kali ini dilaksanakan serangkaian dengan telah rampungnya perbaikan sejumlah bangunan di pura tersebut.

“Diawali dengan Ida Bhatara mesineb usan petirtaan di Jeroan Pura Dalem dan dengan telah selesainya bangunan penyineban yang dibangun secara gotong royong dengan dana iuran dari seluruh krama pengempon dari seluruh Bali,”terangnya

Sementara itu, Klian Pura Dalem Pemuteran, Putu Winaya menyebutkan, pembangunan gedong penyineban dan beberapa pelinggih merupakan swadaya krama yang jumlahnya mencapai 200KK dan tersebar di sejumlah tempat di Bali.

“Untuk itu pada puncak piodalan, digelar caru amanca kelud sebagai wujud usainya beberapa bangunan agar bisa dipergunakan semestinya,”ucapnya.

Menunjang pelaksanaan ritual dipentaskan pula sejumlah tarian sakral diantaranya Tari Rejang Dewa yang ditarikan ibu-ibu desa pakraman setempat.

“Piodalan ini, Ida Katuran nyejer tigang rahina. Bagi krama pengempon yang belum sempat tangkil pada piodalan bisa tangkil pada manis tumpek sebelum penyineban Selasa (29/3) besok,”imbau Putu Winaya.