Diposting : 5 August 2016 10:26
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Sekolah
Keterangan Gambar: 
PLAFON JEBOL - Plafon SDN 3 Padangsambian terlihat jebol dan belum mendapat perbaikan dari Disdikpora Denpasar.

Denpasar, Bali Tribune

Tudingan salah satu anggota DPRD Bali, terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar yang kurang peduli terhadap dunia pendidikan, ternyata benar adanya. Hal ini terbukti dengan adanya salah satu sekolah, yakni SDN 3 Padangsambian, yang terletak di Desa Padangsambian Klod yang rusak parah namun belum mendapatkan perbaikan dari Disdikpora Kota Denpasar. Parahnya, Disdikpora mengaku belum mengetahui kondisi gedung SD yang rusak itu. Disdikpora pun mengaku baru akan melakukan pengecekan ke lokasi.

Plt. Disdikpora Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta, Kamis (4/8) mengaku baru mengetahui adanya masalah gedung SDN 3 Padangsambian yang rusak. “Kalau ada gedung sekolah yang rusak, kita rancang perbaikan secara bertahap. Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Denpasar dengan mempersiapkan sarana dan prasarana gedung yang memadai,” katanya.

Ditanya lagi, apakah tidak ada perbaikan untuk gedung SDN 3 Padangsambian, Jimmy Sidharta, mengaku akan menanyakan hal itu lebih jauh lagi kepada tim tim perancangan. “Saya belum tahu masalah gedung SDN 3 Padangasmbian yang rusak ini, karena saya masih tugas di luar kota. Nanti saya tanyakan kepada tim, sejauh mana untuk perancangan gedung sekolah yang rusak di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Sukana, mengaku sudah mengetahui pemberitaan salah satu gedung SDN 3 Padangsambian yang rusak dari media. “Untuk perbaikan gedung sekolah di Disdikpora Kota Denpasar ada skala prioritas yang harus diperbaiki, terutama sekolah yang padat dengan siswa,” ucapnya.

Sementara pantauan di lapangan, gedung SDN 3 Padangsambian yang beralamat di Banjar Padang Sumbu, Desa Padangsambian Klod ini, memiliki tiga gedung. Dari tiga gedung yang ada, satu gedung di timur sudah berlantai dua dan terlihat masih baru. Sedangkan gedung di utara dan selatan ternyata kurang memadai.

Gedung yang berada di utara plafon di luar sudah jebol, sedangkan gedung di sebelah selatan tak hanya plafon jebol karena keropos, lantai keramik juga banyak yang pecah. Selain itu, dinding gedung di sebelah selatan terlihat agak miring.

Bahkan parahnya lagi, halaman dan pintu masuk sekolah terlihat jorok alias kumuh, di mana paving banyak yang rusak, dan bak sampah dengan gundukan sampahnya terlihat jorok. Belum lagi pintu sekolah yang rusak.

Sekadar diketahui, Ketua Komisi II DPRD Bali, Ketut Suwandhi, menilai Pemerintah Kota Denpasar kurang peduli terhadap dunia pendidikan. Banyak gedung sekolah di Denpasar yang rusak, sementara pembangunan gedung baru tidak ada. Padahal untuk kegiatan budaya, misalnya lomba ogoh-ogoh, dan lomba layangan, dana APBD Kota Denpasar dengan mudah mengucur.

Kepala SDN 3 Padangsambian, Made Sugita, menyampaikan sekolah yang dipimpinya kekurangan tiga ruang kelas. Dia juga mengaku sudah mengajukan usulan perbaikan ruang kelas dan pembangunan gedung baru sejak tahun 2014, tetapi sampai saat ini tidak ada kejelasan.