Diposting : 8 November 2018 12:22
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
TUMBANG - Pohon randu di Banjar Kedunggu, Desa Belalang, Kediri, Tabanan, tumbang menimpa pos parkir, Rabu (7/11).
BALI TRIBUNE - Akibat hujan deras melanda Tabanan, menyebabkan pohon randu di Banjar Kedunggu, Desa  Belalang, Kecamatan Kediri tumbang menimpa pos parkir pada Rabu (7/11). Akibatnya pos parkir yang baru dibangun 6 bulan tersebut hancur. Bahkan pohon juga menimpa motor warga yang saat itu tengah parkir hingga ringsek. 
 
Menurut informasi penjaga parkir, I Nengah Karpa, pohon tumbang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu di pos parkir ada sekitar 15 orang termasuk dirinya berteduh karena sedang turun hujan.
 
Sedang asiknya mengobrol tiba-tiba salah satu warga I Wayan Budi yang duduk paling pojok utara melihat pohon berjalan hendak tumbang. Seketika itulah Wayan Budi berteriak meminta semua orang berlari. "Untung Wayan Budi ini melihat dan berteriak menyuruh lari," jelasnya. 
 
Namun celaka, karena Wayan Budi warga Banjar Batugaing, Desa Beraban, Tabanan duduknya diatas teras dan paling pojok sedikit susah berlari. Akhirnya kaki kanannya terkena dahan pohon hingga mental kebawah. "Untung luka ringan, masih bisa berjalan, tetapi tadi warga kami yang mengajak pulang dengan mobil," jelasnya. 
 
Selain hampir menimpa orang, pohon tumbang juga menimpa satu motor Yamaha Mio nopol DK 5367 HF milik buruh proyek yang ikut berteduh. Padahal saat itu ada sekitar 7 motor berjejer parkir ketika pohon mau tumbang namun dengan cepat pemilik memindahkan. 
 
Sementara itu Bendesa Adat Belalang I Made Sirna yang turut mengecek kelapangan pohon tumbang jenis Randu tersebut sudah berumur 37 tahun. Diameternya pun sampai 3 meter dengan panjang sekitar 15 meter. "Pohon tua ini tetapi untuk tidak sampai menimbulkan korban jiwa," jelasnya. 
 
Mengingat bangunan pos parkir yang baru dibangun 6 bulan lalu hancur dibagian timur kerugian ditafsir hingga Rp 45 juta. Sebab meski hancur dibagian timur menimbulkan retak dibagian samping sehingga harus dibangun total. "Ini membangun total, peristiwa ini akan kami sampaikan ke desa," tegasnya
 
Pantuan dilapangan petugas BPBD Tabanan dari tim TRC sekitar 10 orang sedang mengevakuasi pohon tersebut. Pohon dievaluasi dengan mesin pemotong kayu. Hingga pukul 15.00 Wita pohon belum selesai dievakuasi.