Bali Tribune, Minggu 22 April 2018
Diposting : 16 January 2018 23:35
Djoko Purnomo - Bali Tribune
PS Badung
Keterangan Gambar: 
Nyoman Graha Wicaksana

BALI TRIBUNE - Usai terlempar dari kancah Liga 2 nasional, PS Badung kini turun kasta ke Liga 3 (amatir). Namun, berdasarkan kongres PSSI Pusat 13 Januari lalu, regulasi mulai diubah. PS Badung bakal mengawali Liga 3 bukan dari wilayah seleksi provinsi, melainkan langsung lolos nasional.

Ketua Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana, Senin (15/1) mengatakan terkait regulasi itu pada saat kongres PSSI Pusat memang jauh berbeda untuk Liga 3, dibandingkan rencana yang diwacanakan tahun lalu.

"Nantinya ada sekitar 64 tim yang akan berlaga di nasional itu. Rinciannya 40 tim yang degradasi Liga 2 lalu plus sekitar 24 tim hasil wilayah per-provinsi se-Indonesia nantinya," beber Graha Wicaksana.

Lanjutnya, soal regulasi itu diakui Graha ada sisi positif dan negatifnya. Kalau soal positif, nantinya tidak akan memakan biaya tambahan untuk mengikuti kompetisi di wilayah provinsi, sedangkan sisi negatif, dikhawatirkan pemain yang sudah ada diambil oleh klub lain.

"Kalau soal pembentukan tim, tentunya masih belum bisa dijelaskan sekarang, nanti akan ada rapat bersama pengurus Askab PSSI Badung lainnya soal regulasi itu," ujarnya.

Soal jadwal, dikatakan pria yang akrab disapa Koming itu kemungkinan sama dengan tahun lalu yakni sekitar akhir Oktober atau awal November. Dan juga harus menunggu selesainya putaran per provinsi di Indonesia.

Jika ditarik ke belakang, langkah PS Badung di Liga 2 nasional musim lalu terbilang cukup berat dan terlambat panas. Di awal liga pada saat putaran pertama, jalur PS Badung terseok-seok sehingga berada di urutan nyaris terbawah. Barulah di putaran kedua saat ada perombakan besar-besaran, PS Badung mulai menanjak dan poin-poin penting didapat yang berpengaruh ke melonjaknya posisi. Sayang, di sisa laga, PS Badung justru tersendat dan akhirnya finish di urutan kelima sekaligus harus rela terdegradasi.

Ironisnya, PS Badung justru terlempar ke urutan kelima karena ditentukan oleh tim lain. PS Badung yang sudah menghabiskan seluruh laga di putaran II berada di posisi empat atau jaminan menuju Play-off. Sayang, rival di bawahnya yakni Persekam Metro FC (saat itu memiliki poin sama dengan PS Badung) memiliki surplus 1 pertandingan dan justru bermain seri dengan Celebest FC di laga terakhir yang akhirnya menggeser posisi PS Badung ke urutan lima.