Bali Tribune, Jumat 20 Juli 2018
Diposting : 7 November 2017 20:25
Agung Samudra - Bali Tribune
kesehatan
Keterangan Gambar: 
RAKOR - Rapat kerja Komisi I DPRD Bangli dengan dinas kesehatan.

BALI TRIBUNE - Beberapa Puskesmas di Bangli masih kekurangan  tenaga dokter dan adiministarsi. Untuk menyiasati kekurangan tenaga adiministrasi  maka  tenaga medis langsung merangkap sebagai tenaga administrasi. Hal tersebut terungkap pada rapat kerja Komisi I DPRD Bangli bersama Dinas Kesehatan Bangli, Senin (6/11).

Dalam raker yang berlangsung di ruang Ketua DPRD Bangli ini, Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nengah Nadi mengungkapkan tenaga administrasi yang dibutuhkan di masing-masing puskesmas  mimial 4 orang.  “Total tenaga adimintrasi yang dibutuhkan  48 orang, dari 12 Puskesamas yang ada,” jelas Nadi.

Disamping itu Kadis asal Karangasem ini juga menyinggung kekurangan tenaga dokter umum, dari kebutuhan 47 dokter  masih kekurangan 19 tenaga dokter.

Menyikapi problema ini, Nengah Nadi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Badan Kepegawaian Daerah. Pihaknya berharap tahun depan tenaga administrasi terisi. "Kami sudah usulkan untuk itu, dan untuk tenaga administrasi sendiri paling tidak lulus D3 komputer serta D3 ekonomi," jelasnya pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Jro Made Bawa. 

Dalam rapat tersebut juga terungkap bawasan dibutuhkan pula tenaga sopir, pasalnya kendaraan ambulance sudah ada, namun yang mengemudikan tidak ada. Rata-rata puskesmas hanya memiliki satu supir, ideal dua orang sopir. 

Ketua Komisi I DPRD Bangli Made Bawa meminta, Diskes agar mengusulkan ke  Badan Kepegawaian.Daerah ( BKD) Dengan harapan an tenaga PTT yang ada di instansi lain bisa diarahkan ke Puskesmas. "Biar tidak menumpuk, PTT yang berlebih di Organisasi Perangkat Daerah bisa diarahkan untuk ditempatkan di Puskesmas," jelas Made Bawa yang didukung para anggota Komisi. 

Anggota Komisi I I Wayan Wedana memberikan penekanan pada pelayanan puskesmas. Pihaknya berharap pelayanan puskesmas ditingkatkan, termasuk menambah layanan rawat inap. "Puskesmas baru penilaian dasar dan madya, kami harap ada peningkatan," imbuhnya. 

Di sisi lain mengenai jumlah banyaknya Faslitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dimasing-masing wilayah Bangli, yakni untuk di wilayah Bangli , kata Kadiskes terdapat dua FKTP yakni di daerah Taman Bali dan Pengotan, keduanya merupakan puskesmas rawat jalan. Jumlah tersebut sama dengan di wilayah Susut, dan Tembuku. 

Kemudian untuk di wilayah Susut, dan Tembuku, memiliki juga puskesmas rawat inap, yakni di Puskesmas Susut 1, di jalan Kayuamba, Desa Tiga, dan Puskesmas Tembuku 2, di desa Yangapi. Adapun di wilayah Kintamani, terdapat enam puskesmas, dan tiga diantaranya merupakan puskesmas rawat inap. Yakni di puskesmas Kintamani 1, Kintamani 3, dan Kintamani 5. Sedangkan untuk jumlah pustu, berjumlah 59 pustu yang tersebar di empat kecamatan.