Diposting : 17 May 2018 22:08
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Bupati
Keterangan Gambar: 
SERAHKAN - Bupati Eka serahkan buku investasi kepada Tim Penilai Lomba Puskesmas berprestasi, Rabu (16/5).

BALI TRIBUNE - Puskesmas Selemadeg Barat (Selbar) yang menjadi Wakil Kabupaten Tabanan dalam lomba Puskesmas berprestasi Tingkat Provinsi Bali, Rabu (16/5) dinilai tim provinsi. Penilaian Puskemas berprestasi bertujuan untuk memberikan pengakuan dan penghargaan atas prestasi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dalam meningkatkan  peran serta leading sektor dan semua komponen masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati Eka Wiryastuti mengatakan di Tabanan sudah secara bertahap membangun Puskesmas yang representatif dan layak baik sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan operasionalnya dengan rawat inap di setiap kecamatan, yang kami namakan puskesmas semesta berencana. Salah satunya puskesmas Selemadeg Barat.

Dirinya juga mengingatkan kembali mengenai cara pandang kesehatan yang didengungkan selama ini yaitu paradigma sehat. Dimana hal tersebut mengedepankan usaha promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan usaha kuratif dan rehabilitatif. Peranan tenaga kesehatan di puskesmas sebagian besar adalah upaya kesehatan masyarakat yang didukung upaya kesehatan perorangan melalui pengobatan dan rehabilitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan I Nyoman Suratmika memaparkan, Puskesmas Selemadeg Barat merupakan 1 dari 20 puskesmas yang ada di Tabanan dengan kategori puskesmas pedesaan, status non perawatan, dengan jumlah jejaring pelayanan kesehatan,7 buah puskesmas pembantu, 4 buah poskesdes, 11 desa dan 73 dusun dan 73 posyandu balita dengan 365 kader. Puskesmas Selemadeg Barat selama ini  telah melakukan beberapa inovasi guna meningkatkan manajemen dan kinerjanya  seperti seppema, si klepon, rapikepler, dan angkah seatap.

Ketua Tim Penilai Provinsi I Made Suwirta mengatakan, tujuan lomba  puskemas berprestasi adalah untuk memberikan pengakuan dan penghargaan atas prestasi  fasilitas kesehatan tingkat pertama(FKTP) dalam meningkatkan  peran serta leading sektor dan semua komponen masyarakat. Untuk itu keikutsertaan semua pihak tentu diharapkan untuk mendorong keberhasilan pembangunan khususnya pembangunan di bidang kesehatan.  Penilaian  di Kabupaten Tabanan  merupakan yang keempat, dengan tim yang berjumlah  23 orang. Penilaian meliputi bidang Upaya Kesehatan Masyarakat(UKM), Upaya kesehatan perorangan(UKP) dan  Penilaian administrasi.