Bali Tribune, Sabtu 26 Mei 2018
Diposting : 7 February 2018 21:09
Ketut Sugiana - Bali Tribune
GONG
Keterangan Gambar: 
PUKUL GONG - Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Walikota Cup 2018, Selasa (6/2) di GOR Lila Bhuana.

BALI TRIBUNE - Terselenggaranya kejuaraan Walikota Cup IX sebagai sebuah langkah strategis dalam rangka pembinaan olahraga di Kota Denpasar agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal dan mereka bisa tumbuh menjadi atlet yang profesional.

Demikian disampaikan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Kejuaraan Walikota Cup IX yang ditandai dengan pemukulan gong, Selasa (6/2) di GOR Lila Buana. Kegiatan ini juga dihadiri Waka Polresta Denpasar, AKBP I Nyoman Artana, DPRD Kota Denpasar, serta seluruh Jajaran KONI Kota Denpasar. Pada kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra juga didaulat menjadi Anggota Kehormatan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Kota Denpasar.

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, event ini juga sangat penting, sebagai sarana untuk melahirkan atlet-atlet  berbakat serta memberikan kesempatan dan jam terbang yang lebih banyak kepada para atlet sehingga kemampuan, bakat, dan potensi yang dimiliki semakin terasah.

Rai mantra juga berharap dalam ajang kejuaraan Walikota Cup ini dapat memberikan manfaat serta dapat membangun rasa kebersamaan di antara sesama atlet dan pelatih sehingga dapat meningkatkan kinerja dan semangat untuk menumbuhkan sportifitas yang tinggi.

“Yang terpenting adalah kesuksesan dalam pembinaan, karena membina itu adalah kepentingan kita bersama sehingga para atlet tersebut bisa berprofesi dengan baik. Dengan demikian regenerasi atlet bisa berjalan dengan baik sehingga mereka bisa melanjutkan ke jenjang atlet profesional,” ujar Rai Mantra.

Ketua KONI Kota Denpasar, IB Toni Astawa mengatakan kegiatan ini untuk  menggali bibit-bibit atlet  usia dini untuk dipersiapkan tampil baik pada ajang Porprov Bali 2019 di Tabanan maupun event lainnya yang bersifat nasional.

Disinggung tentang Atlet Emas Denpasar menurut IB Toni Astawa, pembentukan atlet emas Denpasar dijaring melalui Walikota Cup yang juga nantinya akan dipersiapkan sebagai atlet pelapis maupun regenerasi atlet senior.

“Kita sudah mempersiapkan atlet-atlet potensial yang mana selanjutnya dibina dari masing-masing cabor kemudian diberikan kesempatan seluas-luasnya tampil pada event lokal Bali maupun tingkat nasional,” katanya.

Sementara Ketua Panitia, I Made Raka mengatakan, ajang Walikota Cup IX diikuti 34 Cabor dan melibatkan altet, ofisial, wasit dan juri kurang lebih 4.500 orang dengan tujuan untuk menjaring atlet-atlet yang potensial dan unggul dari Denpasar untuk Bali menuju Denpasar Emas.