Bali Tribune, Kamis 19 Juli 2018
Diposting : 26 April 2017 18:19
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
sembahyang
Keterangan Gambar: 
PUJAWALI - Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menghadiri rangkaian puncak upacara pujawali di pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Badung yang bertepatan anggara kasih medangsia, Selasa (25/4).

BALI TRIBUNE - Rangkaian puncak upacara pujawali di pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Badung yang bertepatan anggara kasih medangsia, Selasa (25/4) berjalan dengan lancar. Pura yang terletak di ujung selatan pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi, serta menjorok kelaut ini merupakan Pura Sad Khayangan sebagai penyangga sembilan mata angin.

Dalam puncak pujawali tersebut tampak dihadiri ribuan pemedek dari berbagai daerah termasuk juga hadir Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra melakukan persembahyangan di Pura Luhur Uluwatu. Disamping itu tampak juga hadir Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yang didampingi Ny. Kerti Rai Iswara untuk melakukan persembahyangan.

Pengempon Pura Luhur Uluwatu dari Puri Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang kerap dipanggil Turah Joko mengatakan acara diawali dengan prosesi nedunang Ida Bhatara Dewa Agung Sakti dari Pura Pererepan Desa Adat Pecatu yang selanjutnya menuju pura Luhur Uluwatu. Kemudian dilanjutkan prosesi ngaturang pujawali Ida Bhatara ring Luhur Pura Uluwatu yang dipuput oleh Ida Pedanda Telaga Sanur dan Ida Pedanda Geriya Tampak Gansul.

Lebih lanjut Turah Joko menambahkan Setelah pujawali dilaksanakan sekitar jam delapan malam Ida Bhatara Dewa Agung Sakti mewali ke Pererepan Payogan masing-masing yang berada di Desa Adat Pecatu. Pada hari Rabu sampai dengan hari Jumat akan dilanjutkan dengan bakti penganyar yang dilaksanakan Kecamatan Kuta Utara pada hari Rabu, dilanjutkan Kecamatan Kuta pada hari Kamis dan pada hari Jumat yang juga merupakan penyineban karya dilaksanakan oleh Kecamatan Kuta Selatan.

Prosesi penyineban Ida Bhatara dimulai pukul 09.00 wita setelah itu dilanjutkan dengan upacara pengilen-ilen dan pedatengan serta berakhir dengan prosesi upacara Ngaturang Bendu Piduka. "Dengan melakukan srada bhakti kehadap Ida Hyang Widhi Wasa, astukara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari kebencanaan serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat biasa rahayu," ujar Turah Joko.

Turah Joko menambahkan Puri Agung Jro Kuta dan Puri Agung Jambe Celagigendong Denpasar memperoleh tugas mengempon Pura Luhur Uluwatu sampai kini. Sedangkan warga Desa Pakraman Pecatu yang terdiri dari Banjar Kauh, Banjar Tengah dan Banjar Kangin berstatus sebagai pengemong. Ketiga banjar ini mendapat tugas yang digilir setiap enam bulannya. Sebelum melaksanakan pujawali di pura setempat, pihak desa adat dan kedua puri pengempon pura melakukan koordinasi komunikasi terkait pelaksanaan upacara, serta penyiapan sarana dan prasarana untuk kelengkapan upacara.