Diposting : 10 August 2018 18:41
Redaksi - Bali Tribune
Tim medis RSUP Sanglah saat menangani korban gempa di lokasi gempa Desa Santong, Lombok Utara.
BALI TRIBUNE - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar kembali memberangkatkan tim medis gelombang II ke lokasi bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (8/8) malam. Tim medis gelombang II ini menggantikan tim I yang telah bertugas di Lombok sejak Senin (6/8).
 
Kasubbag Humas RSUP Sanglah, I Dewa Ketut Kresna yang ikut dalam rombongan dikonfirmasi BALI TRIBUNE -  via telepon kemarin sore menjelaskan, tim medis gelombang II ini terdiri dari 15 orang, diantaranya dokter spesialis bedah, dokter anestesi, perawat dan staf menegement. Dan mulai kemarin tim medis RSUP Sanglah telah melanjutkan pelayanan medis sampai Sabtu (14/8) besok. "Gelombang ke dua ini bertugas sampai hari Sabtu ini," ungkapnya.
 
Dijelaskan Dewa Kresna, tim RSUP Sanglah sebagai pioneer di tempat terjauh dari kota, yaitu di pusat gempa di Desa Santong, Lombok Utara. Saat tim I datang, Puskesmas belum beroperasi karena hanya ada satu dokter umum dan beberapa perawat. Kemuadian datang tim medis RSUP Sanglah dengan kekuatan,  dokter spesialis bedah anastesi,  perawat, obat - obatan, tenda dan staf penunjang lainnya. Selanjutnya tim membangun Rumah Sakit (RS) lapangan dengan tenda. "Kemudian berangsur - angsur pelayanan kepada pasien dilakukan seperti reposisi fraktur, rawat luka dan jahit luka. Pasien dominan luka terbuka dan patah tulang. Ada sejumlah pasien yang mendapat perawaran awal kemudian dirujuk ke RS ppropinsi di Mataram karena kondisi mereka cukup parah," terangnya.