Diposting : 25 April 2017 19:21
redaksi - Bali Tribune
kapal
Keterangan Gambar: 
MEMEPER - Anggota Polair bersenjata lengkap saat memeper salah satu kapal di tengah perairan, Senin (24/4).

BALI TRIBUNE - Setelah sempat kejar-kejaran, personel Polair Polres Karangasem dengan menggunakan kapal boat patrol, akhirnya berhasil memeper sebuah kapal motor KM. Rizky, Senin (24/4). Sejumlah anggota Polair bersenjata lengkap langsung meminta nakhoda Kapal KM Rizky dengan arah haluan menuju Pelabuhan Benoa untuk berhenti guna dilakukan penggeledahan.

Dipimpin Kasat Polair Polres Karangasem, AKP Made Wartama, penggeledahan dilakukan secara menyeluruh di bagian kabin dan dek kapal. Dalam penggeledahan itu Polisi Perairan menemukan Ikan Kerapu yang masih hidup, terkait hal ini polisi meminta Nakhoda Kapal Muhammad Zaenal (47) asal Kalimantan Timur untuk menunjukkan dokumen pengiriman Ikan Kerapu tersebut. Dari hasil pemeriksaan dokemen, ternyata surat-surat termasuk izin dari Balai Karantina Hewan atas Ikan Kerapu yang diangkut Kapal Motor itu lengkap seluruhnya.

Kasat Polair, AKP Made Wartama kepada wartawan kemarin membenarkan terkait pemeriksaan KM Rizky di tengah perairan tersebut. Awalnya pihaknya mencurigai kapal tersebut mengangkut barang ilegal hingga dia dan anggotanya langsung melakukan pengejaran guna memeriksa isi, dokumen serta muatan kapal tersebut. “Awalnya kita curiga kapal itu mengangkut barang ilegal, dan ternyata kapal itu mengangkut Ikan Kerapu yang masih hidup dengan tujuan Pelabuhan Benoa. Kita lakukan pemeriksaan dan ternyata dokumennya lengkap,” tegas AKP Made Wartama.

Ia menyebutkan, dalam operasi atau patroli laut itu pihaknya mengerahkan sebanyak enam orang personil. Sedangkan kapal KM Rizky itu sendiri dicegat diperempatan atau didekat perairan Lombok.

Pihaknya selama musim liburan ini semakin mengintensifkan menggelar patroli laut, karena para Nahkoda kapal barang akan menggunakan kesempatan itu untuk mengangkut barang ilegal. “Ini patroli rutin yang kita gelar, cuman antisipasi musim liburan patroli laut kita lebih intensifkan lagi,” tandasnya.

Terlebih di Karangasem memiliki cukup banyak Pelabuhan Rakyat yang merupakan jalur tikus bagi sejumlah kapal barang untuk menyelundupkan barang ilegal. Termasuk patroli laut itu digelar untuk mencegah aksi pengeboman ikat yang kerap menggunakan moment hari libur untuk beraksi merusak biota laut.