SD 2 Kawan Terbakar, Raport Siswa Ludes | Bali Tribune
Diposting : 10 June 2016 17:51
Agung Samudra - Bali Tribune
kebakaran
TERBAKAR - Gedung SD 2 Kawan hanya tinggal tembok setelah dilalap si jago merah, Kamis (9/6).

Bangli, Bali Tribune

Kebakaran hebat menimpa SD Negeri 2 Kawan, Bangli, Kamis (9/6) sekitar pukul 04.40 wita. Api meluluhlantahkan gedung sekolah yang berdekatan dengan kantor dan Asrama Mapolres Bangli.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune di lokasi, begitu diketahui gedung SDN 2 Kawan terbakar langsung direspon warga Banjar Belumbang, dengan memukul kentongan tanda terjadinya kebakaran. Namun warga tidak bisa berbuat banyak karena api telah membesar.

Setelah berjuang hampir tiga jam petugas pemadam kebakaran Pemkab Bangli yang diperkuat dua unit mobil damkar dan dibantu 1 unit damkar dari Pemkab Gianyar baru  berhasil memadamkan api.

Musibah kebakaran ini mendapat perhatian dari Bupati I Made Gianyar dan Kapolres Bangli. Kedua pejabat ini  turun langsung melihat secara dekat proses pemadaman. Kebakaran ini sempat membuat panik seisi Asrama Polres Bangli. Bahkan tidak sedikit penghuni  sampai-sampai mengeluarkan isi rumah.

Kepala Sekolah SDN 2 Kawan  Wayan Rumiarta mengatakan musibah kebakaran yang terjadi mengakibatkan  ruang kantoran dan arsip, ruang belajar untuk kelas 3, 4, 5 dan 6  ludes terbakar. Selain itu  tiga unit computer, bangku dan meja belajar serta tujuh buah almari beserta isinya ikut ludes terbakat. “Raport siswa yang rencanaya akan kita bagikan hari Sabtu juga terbakar,” ungkapnya. Bertalian dengan musibah tersebut maka rencana perayaan perpisahan  siswa kelas VI dibatalkan, begitu pula kegiatan tamasya yang recananya akan  dilakukan hari ini (Jumat) juga urung dilakukan.

Setelah usai liburan panjang, dimana siswa akan belajar? Kata Kasek asal Banjar Pande ini, untuk masalah itu pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak Disdikpora.

KBO Reskrim Polres Bangli Iptu Ketut Purnawan  mengatakan terkait musibah kebakaran ini  pihaknya telah melakukan olah TKP dan memintai keterangn saksi-saksi. Dari keterangan saksi Ni Luh Putu Surayaningsih (41) dikatakan titik api muncul di anatar ruang kepala sekolah dan guru. Kemudian api yang membesar merembet ke ruang lainnya, selanjutnya saksi  menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan menelpon suaminya  yang merupakan Klian Banjar Belumbang, dibantu saksi Ngakan Anom Sumadi dan saksi lainnya mendobrak ruang kelas VI. Selanjutnya saksi Nengah Sumarna (44) Kapling Banjar Belumbang. Api yang terus membesar akhirnya menghanguskan beberapa ruang kelas dan ruang kepala sekolah.

Dalam musibah kebakaran ini  yang  luput dari amukan si jago merah hanya ruang kelas 1 dan 2 serta ruang guru yang ada di sebelah barat gedung yang terbakar.