Diposting : 15 August 2019 11:38
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali menjadi Inspektur Upacara pada apel Peringatan Hari Pramuka Ke 58 Tahun 2019 di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Rabu (14/8).
balitribune.co.id | Bangli - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka  Bali menjadi Inspektur Upacara pada apel Peringatan Hari Pramuka Ke 58 Tahun 2019 yang dipusatkan di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Rabu (14/8). 
 
Saat diwawancara awak media seusai pelaksanaan apel, Sekda Dewa Indra menegaskan pramuka sebagai satu organisasi kepanduan merupakan organisasi yang paling konsisten menjaga keutuhan NKRI, diawali sejak masa memperjuangkan kedaulatan NKRI, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berlandaskan Pamcasila. 
 
"Gerakan pramuka ini gerakan dari usia dini, kepada para anggota dan insan pramuka dari usia dini sudah ditanamkan nilai-nilai patriotisme, karakter nasionalisme, karakter membela NKRI, karakter untuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945, jadi jangan khawatir, pramuka sangat konsisten dijalan ini," tegas Sekda Dewa Indra. 
 
Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Dewa Indra menyatakan tema peringatan hari pramuka kali ini yakni "BERSAMA SEGENAP KOMPONEN BANGSA, GERAKAN PRAMUKA SIAP SEDIA MEMBANGUN KEUTUHAN NKRI", sepatutnya dimaknai sebagai keprihatinan terhadap berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini seperti merebaknya korupsi, terpaparnya radikalisme dan terorisme serta penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, melalui momentum ini Budi Waseso dalam sambutan itu mengajak segenap pengurus kwartir, para pelatih dan pembina, serta semua anggota Pramuka senantiasa menjadi pioneer dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes). 
 
Mewujudkan hal itu, Budi Waseso pun telah melaksanakan upaya preventif. Salah satunya yakni diadakan Kerjasama Kwartir Nasional dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, yang ditandatangani tanggal 27 Juli 2019 lalu. Hal ini bertujuan diantaranya untuk merumuskan syarat-syarat Kecakapan Khusus bagi anggota Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak/Pandega yang mempunyai pengetahuan, sikap dan keterampilan anti korupsi.
 
Lebih jauh, anggota pramuka pun diajak untuk lebih perduli terhadap pengaruh negatif globalisasi, kerusakan dan pencemaran lingkungan, kegagalan pelestarian lingkungan, pertolongan pertama yang diperlukan saat terjadi bencana, serta harus linear dengan sistem pendidikan nasional. 
 
Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan MoU mengenai Penataan Data Anggota Pramuka antara Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka  Bali dengan Direktur Harmoni Permata. Tampak turut hadir Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Made Rentin yang aktif diberbagai kegiatan kepramukaan. 
 
 
https://www.instagram.com/hondafansbali/