Diposting : 14 June 2019 20:31
Ayu Eka - Bali Tribune
Bali Tribune/BANDARA - Aktivitas penumpang di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai

balitribune.co.id | Badung – Posko Angkutan Terpadu Lebaran 2019 Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat selama 16 hari melayani 1,09 juta penumpang dan 7.101 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Dewata melalui bandar udara tersebut. 

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, menyampaikan beberapa faktor penyebab turunnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat dibanding tahun sebelumnya. “Benar bahwa terjadi penurunan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara yang terlayani jika dibanding dengan periode penghitungan yang sama di tahun lalu," terangnya di bandara setempat, Kuta, Badung, Jumat (14/6).

Faktor yang menjadi penyebab diantaranya adalah harga tiket pesawat yang dirasakan masih cukup tinggi, kemudian juga adanya opsi moda transportasi lain yang digunakan oleh masyarakat dari dan menuju Bali pada saat masa libur Lebaran 2019, serta adanya trend pemakaian kendaraan pribadi oleh para pelancong yang menghabiskan waktu cukup lama di Bali.

Jika dilakukan komparasi dengan statistik dalam periode perhitungan yang sama di tahun 2018 lalu, tahun ini terjadi penurunan 70.702 penumpang dan 136 pergerakan pesawat udara, atau masing-masing turun 6% dan 2%. Disebutkan Haruman, puncak kepadatan penumpang sebelum Hari Raya Idul Fitri terjadi pada H-4 Lebaran, yaitu pada tanggal 1 Juni 2019, yakni tercatat terdapat total 70.456 penumpang dan 459 pergerakan pesawat yang terlayani. Sementara H+3 Lebaran atau tanggal 9 Juni menjadi puncak kepadatan pasca Lebaran, dengan jumlah 76.220 penumpang dan 469 pergerakan pesawat udara yang keluar masuk Pulau Bali.

“Terkait extra flight, hingga penutupan posko ini, kami mencatat terdapat total realisasi sebanyak 122 penerbangan, dengan pembagian 61 arrival dan 61 departure. Realisasi extra flight di Posko Lebaran tahun ini mencapai 58% dari total permohonan sebanyak 212 penerbangan. Sementara untuk kota yang mendominasi rute extra flight adalah kota Jogjakarta, Surabaya, Makassar, dan Jakarta,” sebut Haruman.

Sedangkan dari total 3.540 kedatangan pesawat (arrival), tercatat 1.802 penerbangan adalah tepat waktu, dengan on-time performance (OTP) sebesar 51%. Sedangkan untuk catatan OTP keberangkatan pesawat (departure) adalah sebesar 68%, dengan jumlah 2.414 penerbangan tepat waktu dari total 3.561 penerbangan. /uni