Diposting : 30 June 2018 16:45
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
DIBUKA - Suasana Bandara I Gusti Ngurah Rai saat operasional bandara ditutup sementara dan dibuka kembali pada pukul 14.30 Wita Jumat kemarin.
BALI TRIBUNE - Setelah sempat tutup selama 11,5 jam, sejak pukul 14.30 Wita Jumat (29/6) pihak otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali membuka operasional bandara tersebut melalui diterbitkannya NOTAM 2552/18 oleh PT Angkasa Pura I (Persero).
 
Penerbitan NOTAM tersebut berdasarkan evaluasi RGB Citra Satelit Cuaca Himawari yang dikeluarkan BMKG pukul 12.10 Wita kemarin, yang menunjukkan rute persebaran (plotting) debu vulkanik saat ini mengarah ke arah barat daya-barat laut dan seluruhnya telah meninggalkan ruang udara (airspace) Bandara I Gusti Ngurah Rai. Adapun hasil paper test yang dilakukan pada pukul 13.19 Wita menunjukkan nihil debu vulkanik di kawasan aerodrome bandara.
 
Aktivitas operasional telah normal dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali beroperasi selama 24 jam guna mendukung proses normalisasi rotasi penerbangan (flight recovery) sesuai dengan prosedur yang berlaku.
 
Layanan posko yang diberikan seperti alternatif transportasi darat bus dari bandara ke Terminal Mengwi, Pelabuhan Padang Bai, Surabaya dan Jakarta tetap beroperasi selama masa recovery berlangsung, juga termasuk di antaranya penempatan help desk maskapai dan consulate general di terminal internasional dan domestik.
 
PT Angkasa Pura I (Persero) akan terus bekerja sama dengan otoritas terkait seperti BMKG, Direktorat Navigasi Penerbangan, Otoritas Bandara Wilayah IV, AirNav, Ground handling dan maskapai dalam memonitor pergerakan arah angin dan penyebaran debu secara berkala.
 
Seluruh penumpang domestik dan internasional yang terkena dampak akibat penutupan bandara, diharapkan terus memantau status penerbangan melalui pihak maskapai.
 
Lion Air nomor penerbangan JT 015 dari Denpasar tujuan Jakarta (Cengkareng), pukul 17.12 Wita telah diberangkatkan membawa 120 penumpang dan ini adalah penerbangan pertama setelah Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali dibuka. Sedangkan yang pertama melakukan pendaratan di Ngurah Rai adalah maskapai Garuda GA 7027 dari Labuhan Bajo pada pukul 17.33 Wita dengan penumpang sebanyak 68 orang.
 
Tutup saat Erupsi
 
Seperti diketahui, meningkatnya aktivitas Gunung Agung Rabu malam (27/6) berdampak pada kegiatan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
 
Ditjen Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAMN A2551/18 tanggal 29 Juni 2018 yang ditujukan kepada seluruh maskapai dan bandar udara di dunia terkait dengan penutupan kegiatan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Ra dikarenakan dampak debu vulkanik Gunung Agung.
 
Penghentian operasional bandara telah dilakukan selama 11,5 jam terhitung Jumat 29 Juni 2018 pukul 03.00 Wita sampai pukul 14.30 Wita. Keputusan melakukan penutupan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dikeluarkan setelah dilaksanakan rapat koordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airnav Indonesia, BMKG, maskapai penerbangan dan ground handling, pada Jumat (29/6) dini hari. Sebelumnya dilakukan pemeriksaan kondisi di sisi udara atau airside untuk mengamati dampak sebaran abu vulkanik (VA) di area Bandara I Gusti Ngurah Rai.
 
Sejak Kamis (28/6) pagi, aktivitas Gunung Agung terpantau mencapai Level III (Siaga), dengan erupsi yang berlangsung secara terus menerus. Biro Meteorologi Volcanic Ash Advisory Centre Darwin (VAAC Darwin) memprediksi akan adanya sebaran abu vulkanik ke udara dengan ketinggian 23.000 feet dengan kecepatan 10 knots. Pantauan dari pilot pada ketinggian 15.000 – 23.000 feet masih ditemui adanya abu vulkanik (VA) di ruang udara dengan arah angin yang cenderung mengarah ke arah barat dan barat daya.
 
Sementara pengamatan melalui citra satelit cuaca Himawari mencatat bahwa sejak 19.00-00.00 Wita abu vulkanik (VA) sudah tersebar dengan cepat, dengan area cakupan hampir menutupi ruang udara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Pukul 01.00 Wita satelit mendeteksi adanya pergerakan abu vulkanik (VA) ke arah barat dan barat daya sehingga menutupi aerodrome bandara. Sementara BMKG memprediksi bahwa sebaran abu vulkanik akan mulai mencapai area Bandara Ngurah Rai pada pagi hari tanggal 29 Juni 2018.
 
GM Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan telah mengambil langkah-langkah persiapan penutupan operasional bandara khususnya yang berkaitan dengan layanan kepada pengguna jasa (penumpang) dengan menyiagakan transportasi darat berupa armada bus dengan tujuan Terminal Mengwi, Pelabuhan Padang Bai, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
 
Sampai dengan pukul 14.00 Wita kemarin, PT Angkasa Pura I mencatat sebanyak 318 penerbangan dengan total 26.862 penumpang yang terkena dampak (batal berangkat) akibat penutupan bandara. Sedangkan dari 318 penerbangan yang batal berangkat tersebut terdiri dari 203 penerbangan domestik dengan 13.958 penumpang dan 115 penerbangan internasional dengan 12.904 penumpang.