Diposting : 11 January 2019 22:21
Djoko Moeljono - Bali Tribune
SILATURAHMI – Dandim 1620/Loteng serahkan bantuan sembako kepada Pimpinan Ponpes Nurul Hidayah di Dusun Kelanjur, Desa Montong Sapah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Loteng NTB belum lama ini.
BALI TRIBUNE - Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE., Mi.Pol., bersama rombongan melaksanakan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah di Dusun Kelanjur, Desa Montong Sapah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) belum lama ini. 
 
Kehadiran Dandim Loteng disambut pimpinan Ponpes Ustadz H Suparman SH., bersama pengasuh di ruang tamu Ponpes. Pada kesempatan tersebut, Dandim 1620/Loteng mengajak peran masyarakat dan para santri untuk turut menjaga kelestarian alam dengan ikut serta dalam reboisasi. 
 
"Untuk menciptakan kelestarian hutan, kami berharap kehadiran Ponpes ikut berperan aktif menjaga kondisi alam sekitar," ajak orang nomor satu dijajaran Kodim Loteng tersebut.
 
Pimpinan Ponpes mengamini dan sanggup turut serta dalam gerakan reboisasi hutan dengan mengerahkan para santri maupun mengajak masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam reboisasi. 
 
Usai bercengkrama dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Dandim 1620/Loteng menyerahkan bantuan sembako kepada Pimpinan Ponpes berupa 5 karung beras super, 10 dos mie instan, dan 10 dos air mineral.
 
Secara terpisah, pihak Kodim 1608/Bima memprakarsai penanaman 13.000 pohon di lahan seluas 50 hektar are di So Lano, Desa Woro, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. 
Menurut dia, hal ini sebagai wujud komitmen dan kepedulian TNI terhadap kondisi kerusakan dan penyelamatan hutan di Kabupaten Bima.
 
Penghijauan ini atas kerja sama KPH Tofopajo Madapangga dengan Kodim 1608/Bima, khususnya Koramil Bolo. Melibatkan sejumlah prajurit TNI, para personel Polri dan Pol PP Madapangga, Camat Madapangga dan Staf, sejumlah mahasiswa Politeknik Husada Mataram, Pramuka, KPH/Staf Tofopajo Madapangga, dan masyarakat Desa Woro. 
 
Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengatakan, penghijauan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dan para stakeholder dalam rangka menyelamatkan kerusakan hutan. 
 
Meskipun hanya tertanam 13.000 pohon, hal ini dirasakan belum bisa menutup gundulnya hutan di wilayah Woro.
 
“Namun, setidaknya kegiatan ini sebagai langkah awal dan upaya TNI beserta masyarakat untuk menyelamatkan hutan. Bila mata air tak lagi tersisa, maka tinggallah tersisa air mata," ucap Dandim.