Diposting : 22 June 2017 18:23
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
mangrove
Keterangan Gambar: 
MANGROVE - Wakil Walikota Denpasar menyerahkan pohon mangrove kepada anak-anak saat dalam Pengenalan Ekosistem Mangrove di Jaba Pura Dalem Batu Lumbang, Pedungan, Rabu (21/6).

BALI TRIBUNE - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara menggelar Pengenalan Ekosistem Mangrove di Jaba Pura Dalem Batu Lumbang, Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (21/6). Kegiatan ini melibatkan puluhan siswa SD 3 dan 11 Pedungan.

Kegiatan diawali dengan pengenalan cara pengolahan buah mangrove dilanjutkan penyebaran benih ikan kerapu dan penanaman pohon Mangrove. Dalam kegiatan tersebut tampak dihadiri Wakil Walikota Denpasar I.G.N Jaya Negara yang ikut serta mengedukasi anak-anak dan para kelompok nelayan untuk selalu menjaga kebersihan mangrove.

“Kegiatan ini dapat memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan anak-anak sekolah dan masyarakat tentang pentingnya mangrove. Serta untuk menggugah kesadaran semua pihak dalam menjaga, memelihara dan memotivasi masyarakat agar membudayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah ke perairan umum serta turut menjaga kelestarian hutan mangrove,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dikatakan Pemkot Denpasar telah membentuk forum nelayan melakukan pemberdayaan yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan potensi nelayan. “Maka dari itu saya mengucapkan terimakasih kepada semua anak-anak dan masyarakat khususnya Simbar Segara telah menyelenggarakan penyebaran bibit ikan kerapu dan penanaman pohon mangrove,” ujar Jaya Negara.

Disamping melakukan pembibitan Jaya Negara juga berharap kepada nelayan agar ikut serta menjaga kebersihan hutan mangrove serta melakukan pemberdayaan. Kegiatan yang melibatkan anak-anak dalam kegiatan ini sebagai bagian dari edukasi, bahwa dilingkungan kota sampai saat ini kegiatan pemberdayaan nelayan maupun forum subak melalui festival carik masih dilakukan.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar Anak Agung Bayu Brahmasta mengatakan, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan anak-anak sejak dini tentang alam khususnya mangrove. Khusus untuk mangrove, Kota Denpasar memiliki hutan mangrove yang cukup baik. Mangrove juga berfungsi sebagai barrier ketika ada tsunami, abrasi dan lain-lainnya. Mangrove juga tempat pembelajaran tentang flora dan fauna. “Selain pohon mangrove, di hutan mangrove juga terdapat abitat air, burung dan fungsi alam berputar disana. Dengan pengenalan itu mereka bisa memahami pentingnya mangrove,” ujarnya.

 Maka dari itu Agung Bayu mengatakan, langkah pertama memang pengenalan setelah itu mereka akan mengetahui fungsinya. Dengan canggihnya teknologi kini buah mangrove bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup seperti, sabun, lulur, jus, kripik, jajan basah dan lain sebagainya. “Dengan kegiatan ini saya harapkan rasa ketertarikan dalam diri anak dan beredukasi,” ujarnya.