Diposting : 9 October 2018 23:26
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
AUDIENSI – Ketum KONI Bali Ketut Suwandi memberikan tali asih kepada pesepakbola Komang Teguh saat beraudiensi, Senin (8/10).
BALITRIBUNE - KONI Bali, Senin (8/10) kedatangan salah seorang punggawa Garuda Muda U-16 asal Denpasar, Komang Teguh. Ia diantar oleh petinggi Asprov PSSI Bali, seperti Ketum Drs. I Ketut Suardana, M. Fil. H, Exco Ir. IGN Anom Jaksa Saputra, Sekum Dewa Made Teges Wirawan, SE, Direktur Kometisi Gede Made Anom Prenatha, dan Ketua Departemen Sepakbola Nasser F Attamimy.
 
Dalam pertemuan penuh kekeluargaan, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi berharap kepada wing back asal Putra Tresna itu agar tidak cepat berpuas diri dalam menggapai prestasi. Atlet yang cepat berpuas diri, lanjut Suwandi, adalah tanda-tanda atlet tersebut tidak akan berprestasi.
 
“Berlatihlah dengan penuh disiplin dan semangat tinggi, jangan pernah berpuas diri, kejarlah prestasi setinggi mungkin dengan kerja keras,” ujar Ketut Suwandi memberi motivasi kepada Komang Teguh.
 
Sebagai pesepakbola yang usianya masih belasan tahun, kata Suwandi, perjalanan Komang Teguh masih sangat panjang, dan prestasi besar sangat terbuka menantinya. Tetapi, lanjut mantan Ketum KONI Badung itu, semua harus digapai dengan kerja keras, tidak pernah menyerah, tidak cepat berpuas diri, dan selalu ingat pada Yang Maha Kuasa.
 
Selain member masukan kepada Teguh, dalam audiensi kemarin Ketum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana menyampaikan terima kasih atas dukungan moriil dan arahan KONI Bali dimana Asprov telah merampungkan program kerja 2018 yang ditetapkan pada Kongres Biasa Asprov Bali, 18 Februari 2018.
 
Sedangkan Sekum Asprov PSSI Bali Dewa Teges dalam kesempatan tersebut menyerahkan buku Laporan Kegiatan Tahun 2018 dan Rencana Kegiatan Tahun 2019. Dalam laporan kegiatan tersebut antara lain disebutkan, PSSI Bali akan meningkatkan jumlah dan tingkatan kursus Pelatih dan Wasit baik sepakbola maupun futsal dengan target keikutsertaan peserta dari Bali adalah minimal 40 persen dari total peserta.
 
Selanjutnya, Bali sebagai tolak ukur pelaksanaan kursus SDM sepakbola dan futsal di Indonesia dengan mengedepankan aspek kesiapan sarana prasarana dan sistem pelaporan terintegrasi dengan PSSI. Sedangkan  target kursus pelatih adalah mencapai level B AFC dimana saat ini Bali hanya memiliki 2 orang pelatih berlisensi B AFC dengan kandidat 24 orang pelatih yang memiliki lisensi C AFC yang bisa direkomendasikan.
 
Sementara untuk kursus wasit targetnya adalah mencapai National Elite Referee dan FIFA Youth Candidate dimana saat ini Bali hanya memiliki satu orang wasit yang masuk dalam FIFA Youth Candidate tersebut.
 
Sedangkan khusus untuk wasit muda usia di bawah 24 tahun, akan dilakukan upaya penambahan jumlah dengan memulai kursus Wasit C3 (kabupaten) dengan sasaran mahasiswa olahraga dan/atau peserta umum berusia minimal 18 tahun.
 
Selain itu, Asprov PSSI Bali juga melaporkan terkait persiapan tim Pra-PON sepakbola dan futsal dimana kerangka pemainnya sudah dibentuk sebagian besar dari pemain Putra Tresna Bali FC, sedangkan untuk tim Pra-PON futsal sebagian diambil dari pelaksanaan Haornas Futsal 2018 lalu.