Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 9 November 2017 19:15
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bandara
Keterangan Gambar: 
Suasana di terminal keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

BALI TRIBUNE - Penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus mengalami peningkatan, terlihat pada periode Januari-Oktober 2017 jumlah penumpang di bandara tersebut mencapai 18,16 juta orang yang didominasi penumpang internasional. Jumlah itu tumbuh sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu.

"Artinya profiling dan kebutuhan penumpang makin beragam," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi saat syukuran penghargaan ACI "The 3rd World Best Airport 2016" sekaligus pisah sambut Co. General Manager di Badung, Rabu (8/11).

Berdasarkan peningkatan tersebut, pihaknya secara bertahap ingin menghadirkan konsep airport city di bandara setempat dengan demikian semua kebutuhan penumpang dapat dipenuhi di dalam bandara. "Dengan pertumbuhan penumpang yang terus meningkat, mendorong Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk terus mengembangkan fasilitas dan layanan," ucap Yanus.

Peningkatan dan penambahan berbagai fasilitas di bandara ini kata dia juga untuk persiapan menerima tamu-tamu kenegaraan dan peserta IMF-World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018 mendatang yang rencananya dihadiri oleh belasan ribu delegasi. "Kita punya gawe besar pada 2018 untuk melayani kegiatan IMF. Event ini merupakan tolak ukur bagi Indonesia mampukah benar-benar menyelenggarakan event internasional yang juga merupakan tanggungjawab kita bersama untuk menerima amanat yang sangat besar ini," ungkapnya.

Menurut Yanus dalam menghadapi event tersebut semua pihak bersinergi menyambut penyelenggaraan ini sebab kegiatan tersebut bukan pekerjaan yang ringan. "Dulu negara memberi tugas besar kepada pengelola PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk APEC tapi sekarang diberi tugas besar lagi IMF. Bagaimana untuk mampu memberikan pelayanan terbaik," imbuh Yanus.

Seperti diketahui Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali didaulat sebagai bandara terbaik ketiga di dunia oleh Airport Council International (ACI) yakni masuk dalam kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun. Bandara I Gusti Ngurah Rai dikatakannya berhasil mengantongi nilai Airport Service Quality (ASQ) 4.93 dari skala 5.

"ACI menilai kualitas layanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama setahun. Ada 33 indikator menilaian mulai dari fasilitas bandara, aksesibilitas baik di dalam maupun di luar bandara, keamanan bandara, proses kedatangan, proses check in, fasilitas berbelanja dan masih banyak lagi," paparnya.

Dijelaskan Yanus, proses pengukuran ASQ ini dilakukan dengan melakukan survei langsung kepada para penumpang sehingga setiap hasil penilaiannya merupakan perspektif dan sekaligus harapan penumpang akan layanan yang ideal dari suatu bandara. Paradigma layanan di bandara diakuinya saat ini mengalami perubahan yang sangat pesat.

"Dulu kalau dengar bandara orang hanya berpikir tentang tempat terbang dan mendaratnya pesawat saja. Tetapi beberapa tahun terakhir sudah bertransformasi pada public services. Pengelola bandara harus berorientasi pada kualitas layanan," jelasnya.

Selain fasilitas pokok penerbangan, bandara-bandara di negara maju di dunia termasuk Indonesia kini telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti area perbelanjaan yang eksklusif, hotel atau penginapan, kawasan logistik dan bisnis serta fasilitas hiburan.