TI Bali Panggil 21 Atlet untuk Seleksi Pelatda | Bali Tribune
Diposting : 9 January 2019 13:59
Djoko Purnomo - Bali Tribune
AA Lan Ananda
BALI TRIBUNE - Menghadapi Pra-PON dan PON XX/2020, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali bakal membentuk Pelatda, yang nantinya dihuni taekwondoin-taekwondoin putra dan putri terbaik Bali.
 
Untuk keperluan itu, TI Bali pun telah memanggil 21 taekwondoin untuk nomor kyorugi di seluruh Pengkab dan Pengkot TI di Bali untuk mengikuti seleksi calon penghuni Pelatda Jangka Panjang tersebut.
 
Ketua Umum TI Bali, AA. Lan Ananda, Selasa (8/1) mengatakan, pemanggilan melalui surat TI Bali ke TI seluruh daerah di Bali itu, sudah mulai dikirim. Dan para taekwondoin itu diminta untuk berkumpul pada Rabu (9/1) hari ini.
 
“Kami memang belum membentuk tim bayangan Pra-PON karena memang jadwal Pra-PON juga belum turun dari PB. TI. Ini sifatnya pemanggilan saja dulu untuk masuk pelatda. Pastinya nantinya juga bakal diseleksi lagi, selanjutnya bakal dilakukan sistem degradasi dan promosi taekwondoin,” ujar Lan Ananda.
 
Disebutkan Lan Ananda, ke-21 taekwondoin itu yakni, untuk Denpasar ada 6 taekwondoin, mereka adalah Ni Putu Putri Natarai, I Komang Tri Wahyu Cakrayudha, Made Deva Sathya Mahottama, I Wayan Swastika, Putu Bayu Satya Mahottama dan Bambang Wilaksono.
 
Selanjutnya Badung ada 7 taekwondoin meliputi, Theresia Melati, Aprillia Nurul Setiawan, Ngurah Dwi Oka Mahendra,Ni Kadek Heni Prikasih, Argya Virangga Rorring, Putu Desya Srinadi Putri dan Dewa Gede Tri Dharma Duta.
 
Sedangkan Buleleng 2 taekwondoin yakni Luh Putu Aprilia Tri Bhuana dan I Gede Sidha Pastika, Karangasem juga 2 taekwondoin, Ni Made Sasmita serta IGA. Lingga Ngurah Setiadi. Gianyar juga 2 taekwondoin terdiri Desak Nyoman Diah Astini dan Putu Ayu Sri Wulandari. Sementara untuk Tabanan 1 taekwondoin yakni I Dewa Made Ryan Oka Mahendra, terakhir Klungkung 1 taekwondoin, Kadek Surya Febriantari.
 
“Para taekwondoin itu pastinya nanti bakal kami latih dengan maksimal dan kami sharing dengan profesional, sambil menunggu jadwal Pra-PON turun. Jika semuanya jelas baru ambil langkah membentuk tim bayangan Pra-PON,” demikian pria yang akrab disapa Gung Lan itu.