Tiga Kakak Beradik Kurang Mampu Asal Desa Selemadeg Dibantu Gubernur Pastika | Bali Tribune
Diposting : 9 June 2016 14:47
rls - Bali Tribune
miskin
DIKUNJUNGI - Kakak beradik di satu gubuk di Desa Selemadeg Tabanan dikunjungi tim Humas Pemprov utusan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (8/6).

Tabanan, Bali Tribune

Keberadaan tiga kepala keluarga  yang merpakan kakak beradik yang tinggal bersama di satu gubuk  di Desa Selemadeg Tabanan dikunjungi tim Humas Pemprov   yang diutus Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (8/6).  

Ketiga Saudara asal Banjar Selemadeg Kaja, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg Tabanan Rabu I Nyoman Sukadana (36) , I Ketut Sukajaya (30)  dan Putu Baru Nadiasa (25) tinggal bersama di gubug dengan dinding kain spanduk. Ketiganya membangun gubuk sederhana tersebut dengan beratapkan asbes serta beralaskan tanah. Kondisinya memprihatinkan ditambah dengan tidak adanya kamar mandi sehingga dalam kesehariannya untuk keperluan mandi cuci dan kakus (MCK) mereka memanfaatkan Sungai Yeh Unun yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya.

Lahan rumah yang mereka tempati saat ini bukanlah milik mereka, melainkan lahan laba Pura Uluwatu yang sudah digarap oleh orangtuanya dulu saat masih hidup. Ketiga saudara ini sudah memiliki istri dan anak,  Sukadana menikah dengan Ni Nengah Sugiartini ( 35 ) dan memiliki dua orang anak, I Ketut Sukajaya dan istrinya Ni Luh Gede Indra Yanti  dan dua anaknya serta  Putu Baru Nadiasa dan istrinya Ni Luh Gede Erviana dan anak semata wayangnya.

Untuk kesehariannya para suami bekerja sbagai pemanjat pohon kelapa dan para istri  mengisi waktu luang dengan membuat canang yang hasilnya digunakan untuk menambah uang dapur. “Penghasilan suami kami sebagai tukang panjat pohon kelapa tidak tetap, jadi kami jualan canang untuk tambah uang belanja, “ imbuh Erviana.

Satu hal yang tetap diupayakan oleh ketiga KK kurang mampu ini adalah pendidikan anak anak mereka. Walaupun hidup dengan keterbatasan, mereka selalu memotivasi anak-anak mereka untuk tetap bersekolah meskipun jalan yang ditempuh untuk mencapai sekolah tidaklah mudah, anak anak harus menyeberangi sungai dan menempuh jalan setapak yang kerap becek di musim hujan. “Kami ingin anak anak kami sekolah, kami akan  bekerja keras demi pendidikan mereka,” ungkap Nadiasa.

Kelian Dinas Selemadeg Kaja  I Nyoman Waskita Darma menyampaikan bahwa ketiga kakak beradik ini sudah masuk dalam data RTS (Rumah Tangga Sasaran) yang sudah menerima hampir semua bantuan seperti beras miskin (raskin) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS). Waskita juga mengkritisi pemberitaan yang tak berimbang  di media yang mengatakan bahwa aparat desa tidak peduli pada warga miskin di desanya. Hal itu tidaklah benar. Menurutnya, aparat desa selama ini sangat aktif  dan peduli kepada semua warganya terutama yang kurang mampu, hal ini dibuktikan dengan hampir semua warganya yang kurang mampu telah dimasukkan dalam RTS.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Pastika menyerahkan bantuan sementara berupa uang tunai kepada masing masing kepala keluarga.  Dalam kesempatan tersebut Sukadana  mewakili  saudaranya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dari Bapak GubernurPastika. Terkait pemberian bedah rumah, tim mengatakan terkendala status kepemilikan tanah yang merupakan lahan laba pura, dan bukan milik pribadi.