Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 27 April 2017 20:45
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
ATM
Keterangan Gambar: 
Pribadi Budiono

BALI TRIBUNE - Bagi industri perbankan di Indonesia, khususnya Bali, tahun 2017 ini merupakan tahun yang menantang. Tantangan terbesar bagi para bankir adalah risiko kredit yang semakin meningkat. Naiknya Non-Performing Loan (NPL) atau risiko kredit akan menggerus laba perbankan.

Para bankir pun harus berjuang keras untuk menjaga kualitas kredit yang ditawarkan kepada para nasabah. Meskipun tekanan risiko kredit ini semakin menekan kinerja perbankan Indonesia, namun BPR Lestari selama triwulan I tahun 2017 masih mampu mencatat laba sebesar Rp46 miliar atau naik sebesar 7 persen dari periode yang sama di tahun 2016 yaitu sebesar Rp43 milar.

“Kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Kerja keras kami di triwulan I ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Walaupun risiko kredit tahun ini cukup berat bagi perbankan, namun kami masih bisa untung. Kami optimis target laba di akhir tahun masih bisa tercapai,” kata Direktur Utama BPR Lestari, Pribadi Budiono, dalam siaran persnya, Rabu (26/4).

Dia mengungkapkan, pertumbuhan laba memang masih di-drive oleh pertumbuhan kredit sebagai sumber penghasil laba BPR terbesar. Kredit per Maret 2017 ini tumbuh Rp 144 miliar atau sebesar 6,5 persen dari posisi Rp 2,198 triliun per Maret 2016 menjadi Rp 2,342 triliun. Sedangkan dari sisi tingkat kepercayaan nasabah pun menunjukkan pertumbuhan.

Terbukti dengan naiknya dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh BPR Lestari sampai Maret 2017. Pribadi menyebutkan DPK tumbuh Rp 424 miliar atau 15,4 persen dari posisi Rp 2,755 triliun per Maret 2016 menjadi Rp 3,179 triliun. “Kinerja laba, kredit dan DPK yang menunjukkan performance yang cukup bagus berhasil mendorong pertumbuhan aset BPR Lestari,” kata Pribadi.

Tercatat, per Maret 2017, aset BPR Lestari mencapai Rp4 triliun lebih, tumbuh Rp465 miliar atau 13,14 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,5 triliun. “Secara market share, BPR Lestari menguasai lebih dari 31 persen asset BPR di Bali,” beber Pribadi. Selain pencapaian kinerja keuangan yang mengalami peningkatan di tahun ini, BPR Lestari mencapai milestone barunya yaitu hadirnya layanan perbankan ATM Lestari.

Dengan layanan ini menjadikan BPR Lestari satu-satunya BPR di Bali yang memiliki mesin anjungan tunai mandiri (ATM). “ATM ini merupakan small steps, langkah kecil, BPR Lestari dari strategi kami untuk memasuki transactional banking” katanya. Menurut Pribadi, dengan adanya ATM Lestari ini diharapkan memberikan nilai tambah kepada nasabah dalam bertransaksi.

Dengan demikian, nasabah dapat bertransaksi kapanpun tanpa perlu antri di kantor-kantor kas dan cabang BPR Lestari. “Kami harapkan seluruh infrastruktur electronic banking akan bisa selesai tahun ini. Jadi nantinya Tabungan Jumbo dan Tabungan Lestari bisa menjadi pilihan rekening bisnis untuk bertransaksi yang menguntungkan,” tutupnya.