Bali Tribune, Jumat 20 Juli 2018
Diposting : 6 April 2018 11:20
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
rem
Keterangan Gambar: 
Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar sedang melakukan uji kir kendaraan di Parkiran Taman Kota Lumintang, Denpasar.
BALI TRIBUNE - Pelaksanaan uji KIR kendaraan yang dilakukan keliling oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar cukup membuat petugas kewalahan. Hal ini lantaran kurangnya petugas atau tenaga yang ditempatkan untuk KIR keliling di Taman Kota Lumintang Denpasar.
 
Alhasil, uji kir ini hanya dibatasi untuk 20 kendaraan saja setiap harinya. Alasannya karena kekurangan tenaga penguji. Penguji Pelaksana Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Ardika mengatakan uji kir kendaraan itu memang dilakukan pihaknya secara berpindah-pindah. 
 
Ia bersama rekannya memang turun langsung ke lapangan membuka stand di tempat umum sejak  tahun 2017 hingga saat ini. “Pertama hari Senin dan Jumat itu kami di Lapangan Buyung, Selasa di Lapangan Renon, Rabu di Lumintang sedangkan Kamis di Gor Ngurah Rai. Saat ini masih tetap dengan jadwal itu tidak tahu tahun depan tetap atau dirubah ketika dievaluasi nanti,” paparnya di Parkiran Taman Kota Lumintang, Kamis (5/4).
 
Dalam kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan masyarakat yang datang ke stand uji kir keliling itu selalu meningkat terlebih pada umumnya warga hanya mengetahui lokasi uji kir di wilayah suwung. Jadi dengan sistem jemput bola warga yang akan uji kir tidak perlu jauh-jauh lagi.
 
“Dikarenakan keterbatasan tenaga kita terpaksa batasi hanya melayani 20 unit saja, tapi kalau lebih dua atau lima ya kita layani juga. Sedangkan tenaganya sendiri ada enam orang, terdiri atas penilaiannya satu, pendaftaran atau administrasi ada dua, pengujinya satu pengecekannya satu sama tenaga organda satu,” tandas pria asli Klungkung tersebut.
 
Lanjut Ardika, dirinya menjelaskan permasalahan yang sering ditemui pada kendaraan yang diujinya adalah permasalahan pada rem. Disebabkan itu diukur pakai alat khusus termasuk pada emisinya, ketika di luar keterbatasan maka pihaknya akan tetap memberitahukan kepada pemilik kendaraan. Sehingga perlu dilakukan perbaikan, setelah itu baru pihaknya akan mengarahkan untuk datang kembali setelah diperbaiki.
 
Pada tempat yang sama, salah satu warga yang akan mengujikan kir kendaraannya Endik Susilo mengaku lebih terbantu dengan adanya uji kir keliling tersebut. Menurutnya, tempat uji kir sangat strategis dan dekat dari tempat tinggalnya. Terlebih jika ada kekurangan atau ada yang perlu diperbaiki bisa cepat ia tangani.
 
“Kalau ke Suwung kan luamayan jauh mas, lain lagi kalau sampai sana dapat nomor antrian besar bisa seharian di sana. Bahkan ada teman saya yang dapat nomor besar dan sore sudah tidak cukup waktunya, ya terpaksa ia datang besoknya lagi,” terang pria asal Kediri Jawa Timur tersebut.