Bali Tribune, Sabtu 20 Januari 2018
Diposting : 1 September 2016 12:02
ayu eka - Bali Tribune
mangrove
Keterangan Gambar: 
EKOWISATA - Ekowisata Mangrove Wanasari, Keluharan Tuban, di simpang tol Bali Mandara.

KUNJUNGAN Ekowisata Mangrove Wanasari Keluharan Tuban Kecamatan Kuta, Badung, akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Wisatawan yang datang ke ekowisata ini tidak hanya dari lokal Bali, juga mancanegara dan berbagai daerah di Indonesia.

Ekowisata yang berada di pinggir Jalan Tol Bali Mandara ini juga sebagai tempat pembudidayaan kepiting bakau. Menurut Pengelola Ekowisata Mangrove Wanasari dan Kampoeng Kepiting Kuliner, Kadek Surasmini, peningkatan pengunjung pun sangat signifikan. Setiap tahunnya terjadi peningkatan kunjungan hingga mencapai 50 persen.

“Sejak adanya tempat makan yang menyajikan kepiting bakau jumlah kunjungan per hari mencapai 50 orang. Tahun-tahun yang lalu hanya 25 orang berkunjung per hari. Sekarang tempat ini sudah menjadi salah satu destinasi bagi wisatawan internasional,” ungkapnya ketika ditemui di ekowisata setempat, Rabu (31/8).

Bagi pengunjung dari kalangan pelajar dikatakan Surasmini, diberikan edukasi terkait manfaat mengkonsumsi tanaman bakau. Serta cara mengolah tanaman bakau supaya menjadi produk makanan. Selain itu dijelaskannya, ekowisata ini menyediakan berbagai aktivitas air seperti bermain kano dan memancing ikan.

Sayangnya, menurut Surasmini, untuk aktivitas air tersebut tidak bisa dilakukan setiap saat karena air laut di sekitar tempat itu terkadang mengalami pasang surut. “Aktivitas air ini tidak bisa kontinu karena disesuaikan dengan kondisi air yang mengalami pasang surut. Kalau airnya surut tidak bisa melakukan kegiatan air,” ujar Surasmini.

Pengunjung yang memasuki area Ekowisata Mangrove Wanasari tidak dipungut biaya masuk. Namun untuk melakukan aktivitas air pengunjung dikenakan biaya sewa hanya Rp 20 ribu per kano ukuran single. Tarif tersebut berlaku sepuasnya tidak dikenakan batasan waktu. Sedangkan untuk kano double dikenakan ongkos sewa Rp 30 ribu sepuasnya.

Untuk aktivitas memancing dan keliling mangrove, pengelola menyediakan jukung yang disewakan Rp 350 ribu per jam. Kedua aktivitas air tersebut lebih banyak peminatnya saat hari Sabtu dan Minggu. “Jukung lebih dominan disewa oleh wisatawan mancanegara. Kalau kano peminatnya lebih banyak dari kalangan pelajar,” sebutnya.