Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 24 April 2018 15:30
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Ketut Suwandi
Keterangan Gambar: 
Ketut Suwandi
BALI TRIBUNE - Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024, yang ditunjukkan dengan membangun komunikasi serius dengan pemprov dan pengurus KONI se- Indonesia yang menjadi peserta bidding tuan rumah PON XXI/2024, yang akan dilaksanakan Selasa (24/4) hari ini di Jakarta.
 
“Secara internal KONI Bali dan KONI NTB telah berkoordinasi dan sepakat untuk menyiapkan semua syarat untuk menjadi tuan rumah PON XXI. Provinsi Bali dan NTB akan mengusung motto PON 2024 yakni; Sport, Tourism, and Culture. Dengan tema ini akan dikombinasikan antara capaian prestasi di bidang olahraga, sembari memajukan pariwisata dan budaya,” ujar Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, Senin (23/4).
 
Dikatakannya, Bali dan NTB telah dikenal karena keragaman budaya dan keindahan alamnya, dan ini akan memanjakan seluruh atlet dan kontingen dari 34 provinsi dengan pelayanan maksimal lewat sarana olahraga yang memenuhi kualifikasi PON. Selain itu, lanjut Suwandi, fasilitas akomodasi, konsumsi, serta pelayanan pada destinasi pariwisata berkelas internasional.
 
Bali dan NTB, kata Suwandi, telah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event olahraga nasional dan internasional sehingga profesionalitas sebagai penyelenggara PON XXI tahun 2024 tidak perlu diragukan lagi.
 
“Kami sangat tahu diri bahwa Bali dan NTB tidak mungkin akan menjadi juara umum sehingga tidak perlu dikhawatirkan kalau kami akan menggunakan cara-cara tidak sportif untuk meraih posisi puncak tersebut,” kata Suwandi.
 
Sementara Ketua KONI NTB, H. Andy Hadianto, SH. MH.,  mengatakan, dalam dua tahun terakhir saja tidak kurang dari 10 event internasional digelar di NTB, dan lebih dari 20 event nasional memilih NTB sebagai tuan rumah.
 
“Sebagai provinsi yang menjadi langganan tuan rumah event nasional dan internasional, Bali dan NTB telah memiliki fasilitas olahraga standar nasional dan internasional. Untuk kepentingan pertandingan multi event bertaraf nasional seperti PON, akan dibangun fasilitas olahraga yang baru dan merenovasi venues yang dianggap belum memenuhi standar PON,” ucapnya.
 
Soal daya tampung hotel dan tempat penginapan di Bali dan Lombok,  Andy mengatakan sangat tersedia dan representatif. Dengan begitu, lanjut dia, masing-masing kontingen memiliki banyak pilihan hotel berdasarkan selera dan kemampuan masing-masing. Hotel yang ada juga tidak terlalu jauh dengan venue atau tempat pertandingan. Di antara venue yang disediakan berada di wilayah pariwisata sehingga PON XXI tahun 2024 tidak hanya disaksikan oleh penonton domestik tetapi juga penonton internasional (manca negara). Hal ini akan semakin memperlihatkan nuansa internasional dari event PON XXI.
 
KONI Bali dan NTB sama-sama berkomitmen bila kedua daerah ini menjadi tuan rumah PON tahun 2024 maka seluruh kontingen akan memperoleh beberapa keuntungan, seperti tuan rumah akan menanggung 50 persen biaya akomodasi dan konsumsi masing-masing kontingen, transportasi laut dan darat gratis dari hotel ke venues, dan fasilitas kapal very cepat dari Bali-Lombok atau sebaliknya.
 
Selain itu, tuan rumah Bali dan NTB akan menyediakan stand pameran gratis untuk masing-masing kontingen, fasilitas transportasi dan tarif masuk gratis pada semua destinasi wisata yang ada di Bali dan NTB, serta diskon hingga 50 persen bagi setiap kontingen yang berbelanja di toko souvenir yang ditunjuk oleh panitia selama PON berlangsung.