Diposting : 10 January 2019 22:43
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
MAPEPADA – Wabup I Wayan Artha Dipa ikuti upacara Mapepada Karya Panca Bali Krama di Pura Lempuyang Luhur.
 
BALI TRIBUNE - Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa hadir pada upacara mepepade serangkaian upacara segara kertih Panca Bali Krama Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, di Pantai Amed, Rabu (9/1). 
 
Mapepada sebagai simbol menyucikan segala binatang yang akan dipergunakan sebagai bahan sesajen pada saat Pecaruan Segara Kertih rangkaian upacara Panca Bali Krama Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur  Desa Adat Purwayu Desa  Tribuana, Kecamatan Abang, pada hari Jumat (11/1). Upacara Mapepada Ida Pandita Empu Maha Dharma Tanaya, Griya Giri Kusuma Jumenang.
 
Wabup Artha Dipa selaku ketua Panitia Karya dalam kesempatan itu menjelaskan terkait makna dari ritual Mapepada tersebut, menurutnya “Mapepada” berasal dari kata Pada yang berarti kaki atau bumi, jadi tujuan dari ritual ini yakni memohon kepada Ida Sanghyang Widhi agar segala binatang yang akan dipergunakan sebagai sarana upacara dapat dibersihkan serta kelak ketika lahir kembali bisa meningkatkan statusnya.
 
Adapun sarana binatang yang dipergunakan diantaranya Kerbau kelau, hitam, kerbau putih, sapi, kambing, ayam manca warna,   angsa, anjing bang bumkem, bebek belang kalung,  bebek bulu sikep, bebek cemani, babi hitam, penyu, kijang, petu serta beberapa sarana lainnya. “Setelah melangsungkan upacara mapepada di Pura Segara Amed, selanjutnya binatang sebagai sarana upacara diarak mengelilingi pura Segara Amed,” sebutnya. Setelahnya binatang-binatang tersebut akan dibagi kepada masing-masing desa adat untuk dibuatkan sesaji pada saat upacara Segara Kertih. Sementara turut pula hadir dalam acara tersebut Camat Abang, Kabag Kesra, dan beberapa kepala OPD.