Bali Tribune, Jumat 20 April 2018
Diposting : 11 December 2017 22:40
Release - Bali Tribune
seniman
Keterangan Gambar: 
Barometer berkesenian di Pulau Dewata, Bali mandara Nawanatya secara resmi berakhir Sabtu (9/12) malam lalu. Tampak Wakil Gubernur Ketut Sudikerta ikat selendang kepada seniman muda menandai penutupan kegiatan dimaksud.

BALI TRIBUNE - Program unggulan Pemerintah Provinsi Bali Mandara Nawanatya telah menjadi barometer perkembangan kesenian di kalangan generasi muda masyarakat Bali. Hal ini tentunya akan memperkuat akar budaya Bali serta dapat meningkatkan harkat dan martabat dalam upaya penguatan identitas masyarakat Bali.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta pada acara Penutupan Bali Mandara Nawanatya II Tahun 2017 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi  Bali, Denpasar, Sabtu (9/12) malam lalu.

Gubernur Pastika mengatakan, Bali Mandara Nawanatya Il 2017 yang berakhir pada hari ini, tentunya telah banyak menghasilkan berbagai bentuk karya seni kontemporer guna memperkaya khasanah kesenian Bali.

“Bali Mandara Nawanatya juga memberikan kebanggaan kepada kita karena para seniman muda telah mampu menampilkan karyanya dilandasi rasa tulus iklas guna membangun pilar yang kokoh dalam totalitas berkesenian,” ujarnya.

Ia berharap, kedepan Bali Mandara Nawanatya bukan saja sebagai ajang untuk mempertontonkan seni pertunjukan namun lebih dari pada itu, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran diantara para seniman muda, sehingga akan muncul karya-karya inovasi dan fenomenal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan pakem dan akar budaya Bali itu sendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Beratha dalam laporannya menyampaikan bahwa Bali Mandara Nawanatya II telah berlangsung sejak 25 Februari 2017 hingga 9 Desember 2017. Selama setahun dilaksanakan, BMN II telah menampilkan berbagai kegiatan seni setiap hari Rabu hingga Minggu. Menurutnya baik lomba, workshop dan pagelaran mendapat dukungan positif dari sekolah, PTN/PTS, sekaa hingga pecinta seni.

Penutupan Bali Mandara Nawanatya dimeriahkan dengan pementasan Rumah Budaya Penggak Men Mersi yang berkolaborasi dengan beberapa seniman tampil menyajikan garapan bertajuk “Nemu Gelang”.

Selain itu penutupan Bali Mandara Nawanatya II diawali dengan sebuah tari inovatif dengan judul Tari Niti Sastra. Tari yang dikoreograferi oleh Wawan Gusman Adi Gunawan dari Komunitas Gumiart dan dibawakan oleh Rare Penggak ini memadukan beberapa elemen seni tradisi baik gerak maupun gamelan menjadi sebuah karya kontemporer.

Penutupan secara resmi dilakukan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta dengan mengikat selendang kepada seniman muda yang terinspirasi dari lagu 'Bibi Anu' dengan lirik 'antenge tekekang' yang memiliki makna positif untuk generasi muda.

Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, Kepala SKPD Provinsi Bali, perwakilan negara sahabat, tokoh seniman dan beberapa Kepala Sekolah di Bali.