Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 24 February 2018 14:59
Ketut Sugiana - Bali Tribune
evakuasi
Keterangan Gambar: 
TEMUKAN - Mayat korban yang ditemukan di Dusun Anjingan dievakuasi warga, Jumat (23/2).

BALI TRIBUNE - Warga Dusun Anjingan, Desa Getakan, Banjarangkan, Klungkung Jumat (23/2) sekitar pukul  14.30  dihebohkan dengan penemuan seorang mayat laki-laki dalam kondisi masih menggunakan pakaian lengkap.

Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Made Wirati, SH diminta konfirmasinya Jumat kemarin membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki misterius di Dusun Anjingan tersebut. Menurutnya, dari identitas yang ada di tubuh korban diketahui korban yang meninggal tersebut bernama I Wayan Sudana umur 70 thn, alamat Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kec.Banjarangkan, Klungkung. Adapun saksi yang mengetahui adanya temuan mayat tersebut I Nengah Sulandra (48) alamat Dusun  Tusan Kangin, Desa Tusan, Kec. Banjarangkan, Klungkun, dan I Wayan Sutama (45) Kadus Dusun Anjingan, Desa Getakan, Banjarangkan, Klungkung.

Kapolsek menyebutkan awal mula kejadian bermula ketika saksi I Nengah Sulandra umur 48 alamat Dusun Tusan Kangin, Desa Tusan  Jumat (23/2) sekira pukul 14.30 wita  sedang mencari buah nangka di sawah subak delod getakan. Kemudian melihat di pinggir tebing dengan kedalaman 3 meter ada sesosok mayat laki-laki dengan posisi tengkurup dengan mulut mengeluarkan darah serta kaki kiri luka dan mengeluarkan darah. Kemudian dia menghubungi temannya yang sebagai Kadus I Wayan Sutama untuk menindaklanjuti penemuan mayat tersebut. Kemudia Wayan Sutama menghubungi Bhabinsa Desa Getakan Brigadir Pol  Ni Wayan Murniasih kemudian melaporkan temuan tersebut ke Mapolsek Banjarangkan. Aparat Polsek Banjarangkan kemudian ke lokasi temuan mayat untuk melakukan evakuasi bersama dengan Polres Klungkung, kemudian mayat tersebut dibawa ke Rumah Sakit Klungkung guna dilakukan pemeriksaan luar (visum).

“Diduga korban berjalan di pinggir tebing Subak Delod Getakan kemudian terpeleset ke dalam tebing dengan kedalaman 3 meter dan korban membawa beras sekitar 3 kg dengan tas kresek warna merah mengakibatkan dirinya terjengkang jatuh dan barang bawaannya  ditemukan terhambur di samping jasad  kirban,” beber AKP Luh Wirati, SH