Diposting : 14 August 2019 14:06
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Bali Tribune/ BERSINERGI - Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri dibantu dari masyarakat memadamkan kebakaran hutan di puncak Gunung Batukaru.
balitribune.co.id | Tabanan - Petugas gabungan baik dari BPBD Tabanan dan Provinsi Bali, TNI, Polri serta dibantu dari masyarakat berhasil memadamkan kebakaran hutan di puncak Gunung Batukaru. Kebakaran hutan di Gunung Batukaru terjadi Senin (12/8) malam sekitar pukul 21.30 Wita. Akibat kebakaran tersebut tidak merusak Pelinggih Pura Puncak Kedaton. 
 
Pasca info terjadi kebakaran di Gunung Batukaru, petugas dan masyarakat langsung melakukan pendakian mencari titik api untuk melakukan pemadaman. Gunung Batukaru dengan tinggi 2.200 meter dari permukaan laut (MDPL), memiliki Pura Sad Kayangan Pura Luhur Batukaru yang merupakan istananya Dewa Mahedewa, berada di Desa Wongaya Gede, Penebel Tabanan. Gunung Batukaru termasuk gunung yang tidak aktif.
 
Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengungkapkan, pasca ada informasi kebakaran di Gunung Batukaru, pihaknya langsung menerjunkan anggota untuk memadamkan api. Dimana pemadaman api di Gunung Batukaru dibantu dari petugas gabung dan kelompok masyarakat. Menurut Trisna, api sudah berhasil dipadamkan selasa (13/8 dini hari, sekitar pukul 01.30 Wita. "Pemadaman api dilakukan oleh petugas gabungan dibantu masyarakat sekitar Gunung Batukaru. Api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 01.30 Wita dini hari," jelasnya, Selasa (13/8).
 
Menurut Trisna, petugas belum berani memastikan penyebab kebakaran. Dimana lahan yang terbakar seluas tiga are (300 M2), yang terbakar berupa rerumputan dan semak-semak jenis pakis. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas serta masyarakat secara bergantian naik ke Gunung untuk memantau api serta melakukan penyisiran untuk memadamkan bara yang masih ada, agar tidak hidup lagi. "Saat ini petugas dan kelompok dari masyarakat seperti dari Pujungan, Wangaya Gede, Sesanda bergantian naik untuk melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada api yang masih hidup, petugas gabungan juga tetap stand by untuk memantau," tambahnya. 
 
Bendesa Adat Wangaya Gede I Ketut Sucipto menjelaskan bahwa pada Senin malam ada sekitar 60 orang warga Desa Wangaya Gede yang naik ke lokasi kebakaran dengan berjalan kaki dalam estimasi waktu sekitar enam jam. Namun Selasa pagi, sudah turun beberapa orang dan tersisa 18 orang di lokasi masih berupaya memadamkan bara api. "Kemarin naik 60 orang dari Wangaya Gede, sekarang sudah turun melalui Desa Pujungan dan masih di sana 18 orang warga dari Wangaya Gede, nanti akan bergantian dengan kelompok lain," ujarnya.
 
Meskipun demikian pihaknya memastikan pelinggih di Pura Puncak Kedaton aman dari kobaran api. "Posisi api sekitar 150 meter barat daya Bale Semanggen, terdapat 3 Pelinggih serta di Utama Mandala terdapat Pelinggih Bebaturan, semuanya aman jauh dari api," tegas pria yang akrab disapa Pak Bintang tersebut. Warga yang sempat naik juga menginformasikan jika api cukup sulit dipadamkan karena banyak tumbuhan paku mas yang kering dilokasi, disamping itu angin berhembus cukup kencang.
 
Ia menambahkan, Senin malam sejumlah pejabat datang langsung ke Pura Luhur Batukau untuk melakukan peninjauan mulai dari Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya,  Sekda Tabanan I Gede Susila, Asisten II, Wakapolres, Camat Penebel, dan serta dari unsur Relawan (ORARI dan RAPI). 
 
BPBD Provinsi Bali akan mengirim beberapa bantuan logistik untuk kebutuhan masyarakat dan petugas pemadam, juga dukungan APD (alat pelindung diri) berupa masker serta peralatan pemadaman api seperti cangkul dan sabit yang dipergunakan untuk memutus semak agar api tidak meluas. (u)