Diposting : 1 May 2019 23:42
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ MUSPROV PBSI - Peserta Musprov PBSI Bali foto bareng sebelum pemilihan ketua umum
balitribune.co.id | Denpasar - Wayan Winurjaya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengprov PBSI Bali masa bhakti 2019-2023 setelah dua kandidat lainnya, yakni Nengah Wiratha (Ketum PBSI Bali 2015-2019) dan Dewa Ketut Puspaka (Sekda Buleleng) mengundurkan diri pada Musprov PBSI Bali di Ruang Rapat KONI Bali, Selasa (30/4).
 
Nengah Wiratha pada musprov sehari itu tidak bersedia dicalonkan kembali, sedangkan Dewa Ketut Puspaka yang dicalonkan PBSI Buleleng serta didukung PBSI Tabanan dan PBSI Denpasar tidak hadir di tengah musprov, sehingga sesuai ketentuan yang bersangkutan dinyatakan mundur.
 
“Ya secara otomatis Pak Winurjaya terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum periode empat tahun ke depan. Dan, karena Pak Winurjaya saat ini menjabat sebagai Ketua PBSI Bangli, maka jabatan di PBSI Bangli harus dilepas,” ujar Ketua Panitia Musprov PBSI Bali, Made Darmiyasa, kemarin.
 
Made Darmiyasa yang juga Wakil Sekretaris KONI Kota Denpasar ini mengatakan, musprov diikuti oleh sembilan Pengkab dan Pengkot PBSI se-Bali. Dan kepada ketua terpilih diberi batas waktu 14 hari ke depan untuk menyusun kepengurusan.
 
Dikatakan Darmiyasa, ada empat formatur yang nantinya mendampingi ketua terpilih dalam menyusun kabinetnya. Keempat formatur itu yakni, Made Suwitra dari PBSI Denpasar, Ketut Dharma Siadja (Gianyar), I Kadek Prastikanala (Badung) dan I Gusti Bagus Arya Candra P dari PBSI Tabanan.
 
Wayan Winurjaya bukan orang baru di PBSI Bali, karena di kepengurusan sebelumnya ia adalah wakil ketua umum. Diharapkan di bawah kepengurusan Winurjaya bulutangkis Bali nantinya kian berkembang pesat dan prestasi cemerlang.
 
Sebelumnya, Ketua PBSI Bali periode 2015-2019, I Nengah Wiratha mengatakan banyak terobosan yang telah dilakukan pihaknya, antara lain memisahkan Bali dari Banten dan DI Yogyakarta pada Pra-PON.
 
“Kami sudah berjuang sekian lama agar Bali tidak lagi bergabung dalam satu grup dengan Banten dan Yogya, dan ini berhasil karena sejak Pra-PON sekarang Bali satu grup tersendiri bersama Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” kata Wiratha.
 
Dengan hanya melawan NTB dan NTT, menurut Wiratha peluang Bali melaju ke PON Papua tahun 2020 sangat tebuka, bahkan dengan materi pemain yang ada saat ini, tidak mustahil prestasi mampu direngkuh PBSI Bali.