Diposting : 17 May 2016 13:04
Valdi S Ginta - Bali Tribune
Forensik
Keterangan Gambar: 
Jenazah korban saat tiba di Instalasi Forensik RSUP Sanglah Denpasar, Senin (16/5).

Denpasar, Bali Tribune

Seorang wisatawan domestik bernama Mariana Hartati (40), menjadi korban saat bermain sea walker di Basuka dive water sport Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) Kabupaten badung, Senin (16/5) sekitar pukul 14.00 Wita.

Informasi di lapangan, ibu dua anak yang berdomisili di Bekasi ini, sempat mengalami muntah-muntah setelah menikmati wahana wisata air sea walker di Basuka dive water sport Tanjung Benoa. Kemudian, korban sempat dilarikan ke RS Surya Husada, Nusa Dua guna mendapat perawatan medis.

Sayangnya, meski mendapat perawatan medis nyawa korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Jenasah korban pun kemudian diantar ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, tiba pada pukul 17.00 Wita.

Tampak seorang pria yang diketahui menjadi saksi mata dalam kejadian yang menyebabkan korban tewas tampak tergesa-gesa memasuki ruang Administrasi Forensik RSUP Sanglah. Namun, pria ini enggan berbicara kepada awak media dengan alasan takut keluarga tidak terima. “Enggak saya tidak mau bicara, takut keluarganya tidak terima,” ujarnya.

Sementarai itu, seorang teman lainya mengaku kaget mendengar kejadian tersebut. “Saya tadi jalan-jalan, terus mendengar info kalau Mariana meninggal. Saya langsung ke sini untuk mendapat kepastian kebenarannya,” ujar seorang wanita yang mengaku teman korban.

Dia juga menjelaskan, Mariana sudah memiliki keluarga dan dikaruniai dua orang anak. “Sudah punya dua anak, sekarang tinggal di Bekasi bersama keluarganya,” tuturnya.

Selain itu, perempuan berbaju putih ini mengatakan sudah lama tidak bertemu dengan korban karena kesibukannya sebagai seorang pebisnis. “Setahu saya, dia bekerja sebagai seorang pebisnis. Sering juga mendapatkan reward dari perusahaan seperti bank dan lain-lain,” imbuh teman korban yang enggan menyebutkan namanya di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Senin (16/5). Selain itu pula, korban yang berasal dari Kabupaten Bantul DIY itu sudah kurang lebih dua hari berada di Bali. “Kalau tidak salah sudah 2 hari di Bali untuk berwisata,” sambungnnya.

Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit belum mendapatkan laporan terkait hasil Pemeriksaan Luar (PL) terhadap jenazah korban tersebut. “Saat ini, saya belum mendapat laporan hasil PL-nya,” Kata dr Alit saat dihubungi via telpon.