Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Agung Bharata Minta Maaf ke Gus Gaga

Bali Tribune/AA Gde Agung Bharata menemui Ida Bagus Gaga Adi Saputra di Griya Kawan Wanaprasta, Selasa (9/7) malam
balitribune.co.id | Gianyar - Hampir empat tahun, pemecatan Sekdakab  Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra yang mempengaruhi suhu politik, birokrasi,  hubungan Griya Kawan dan Puri Agung Gianyar serta beragam imbasnya, akhirnya tersudahi. Ditandai dengan kedatangan Mantan Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata ke kediaman Ida Bagus Gaga Adi Saputra di Griya Kawan Wanaprasta, Selasa (10/70 malam. 
 
Dalam pertemuan itu,  Agung Beratha menyampaikan minta maaf sekaligus mohon doa keluarga Griya Kawan seiring  Yadnya Madiksa yang akan dilaksanakan di Puri Agung Gianyar, Selasa, 16 Juli ini.
 
Ditemui  saat mempersiapkan prosesi Diksa Pariksa di Puri Agung Gianyar, Rabo (19/7) kemarin, AA Gde Agung Bharata membenarkan kehadirannya di  kediaman Gus Gaga itu.  Palingsir Puri yang kini memilih jalan kerohanian ini, menyatakan rasa syukurnya atas pertemuan ‘gayung bersambut’ itu. “Sebelumnya, saya tidak ada kontak sama sekali dengan beliau. Mungkin atas titah leluhur kami, pertemuan itu terjadi dan saya sangat berbahagia sekali, “ ungkapnya.
 
Diakuinya,  menjelang pelaksanaan Yadnya Dwijati, dirinya  memang sangat ingin ketemu dengan  Gus Gaga dan meminta maaf. Mewujudkan itu, dirinya mengaku terus berusaha hingga akhirnya terwujud berkat bantuan, AA Bagus Ariawan dari Puri Agung Abianbase, Gianyar. Pertemuan itu pun akhirnya terwujud dalam suasana kekeluargaan. “ Saya pasti pernah berbuat salah, karena itu saya harus meminta maaf,” jelasnya.
 
Bagi Agung Bharata, Gus Gaga yang ditemuinya sekarang adalah sosok yang lembut dan bertongkat spititual pula. Dalam pertemuan itu, Gus Gaga maupun Agung Bharata pun memiliki tanggunjawab yang sama untuk menjaga keharmonisan keluarga Griya Kawan dan Puri Agung Gianyar. Terlebih para leluhur dua keluarga ini telah menyatukan dharmanya sebagai Wiku-Ratu ini yang bersama-sama menjalankan kewajiban untuk kesejahteraan  Gianyar. “ Ini adalah hadiah istimewa yang saya terima di saat detik-detik menjelang madwijati, “terang Agung Bharata.
 
Ditemui secara terpisah di Griya Kawan Wanaprasta, Ida Bagus  Gaga Adi Saputra menerangkan, jika pertemuna itu adalah sebuah ketulusan bersama untuk merekatkan jalinan tali silahturahmi keluarga Griya dan Puri.   Gus Gaga juga mengakui  mendamba pertemuaan itu hingga akhirnya terlaksana dan ada rasa saling memaafkan.  Baginya, minta maaf dan memaafkan sama mulianya. Terlebih  memaafkan orang lain, bukan karena mereka berhak mendapatkannya, melainkan karena kita berhak mendapatkan kedamaian dan kemuliaan. “ Kedatangan beliau ke Griya Kwan Wanaprasta wajib  kami terima dengan tulus. Selain sebagai keturunan di Puri Agung Gianyar yang memiliki ikatan historis dengan Geria Kawan, beliau saat ini adalah sabagai calon Diksita,” ternagnya. 
Gus Gaga juga menekankan, dalam pertemuan itu bukan soal siapa salah, siapa benar. Bukan pula soal siapa  minta maaf dan siapa memaafkan. Melainkan soal kedamaian dan kemuliaan bersama dengan cara merajut kembali hubungan historis yang telah terbangun oleh leluhur antara Geria Kawan dengan Puri Agung Gianyar. “Kalaupun sempat terganggu, kami  sepakat melupakan masa-masa itu,” terangnya. 
Ditambahkan, sebagai bagian dari keluarga besar Griya Kawan, apapun masalah yang dihadapi, dirinya wajib mengedepankan terjaganya hubungan baik. “Kami keluarga Griya Kawan, merasa berkewajiban menghantarkan beliau dalam menapak jalan suci sabagai diksita, semata-mata untuk kedamaian semua pihak,” pungkasnya. /uni
 
 
 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Kegiatan Gotong royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Bersih Sampah kembali dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Kegiatan utama dipusatkan di Kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, pada Minggu (30/11). Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon Mangrove dan bersih sampah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel kesiapan pasukan.

Baca Selengkapnya icon click

Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 75 Ribu per Kilo di Pasaran Pascakuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Usai Hari Raya Kuningan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem melonjak drastis. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 75.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual  sebesar Rp. 65.000  perkilo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.