balitribune.co.id | Mangupura - Partai Golkar Badung menggelar Kampanye Damai Kemenangan Prabowo Gibran Satu Putaran di Lapangan Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Sabtu (13/1).
Dalam kampanye tersebut seluruh kader dan simpatisan Golkar diperintahkan untuk memenangkan Paslon Prabowo-Gibran dan Caleg Partai Golkar dalam Pemilu 2024. Kemudian secara khusus Wayan Suyasa selaku Ketua DPD Golkar Badung juga ditugaskan untuk merebut kursi Bupati Badung pada Pilkada 2024.
Kampanye dihadiri langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua DPD Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry, jajaran pengurus pusat, provinsi dan kabupaten/kota se-Bali.
Hadir pula sejumlah TKN Prabowo Gibran.
Sedikitnya 5000 massa baik kader maupun simpatisan Partai Golkar menguningkan acara yang dikemas secara meriah oleh Ketua DPD II Golkar Badung Wayan Suyasa tersebut.
Dalam pidato politiknya Ketum Golkar Airlangga Hartato menyatakan bahwa kehadirannya dalam kampanye ini untuk memastikan kesiapan kader Golkar di Bali khususnya Kabupaten Badung dalam menghapi Pilpres dan Pileg 2024.
"Kami ingin melihat secara langsung kesiapan seorang kader yang sudah diberikan tugas. apakah tugasnya dilaksanakan dengan baik dan kami berterima kasih karena Badung sangat luar biasa,” ujar Airlangga.
Menko Perekonomian tersebut berharap setelah Pemilu 2024 ada perubahan konstalasi politik di Bali. Sehingga politik di Pulau Dewata ini tidak terus-terusan dikuasai oleh parpol itu-itu aja. Apabila Golkar dan Prabowo Gibran menang pemilu maka peluang untuk merebut jabatan kepala daerah akan semakin tinggi. Oleh karena itu ia minta seluruh kader dan jajaran partai berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan Golkar dan Prabowo-Gibran dalam satu satu putaran.
"Kalau Golkar menang maka kepala daerah bisa dari Partai Golkar. Untuk itu pada Pemilu 2024 hanya ada dua angka yang harus diingat yakni 2 dan 4. Dua adalah Prabowo Gibran dan empat adalah Partai Golkar," katanya.
Ketum Airlangga juga sepakat dengan Ketua DPD Partai Golkar Bali dan Kabupaten Badung untuk membuat perubahan di Bali yakni menjadi Golkar sebagai partai nomor satu di Bali.
Sebagai target pihaknya berharap raihan kursi Golkar bisa Bertambah. Yakni 3 kursi di DPR RI, 12 kursi di DPRD Bali, minimal 12 kursi untuk DPRD Badung, serta mengajak para pendukung dan simpatisan memenangkan Prabowo Gibran satu putaran dan memenangkan Partai Golkar.
“Apakah siap?” ujar lantang Airlanggar Hartarto dan dijawab siap secara lantang pula oleh ribuan massa simpatisan dan pendukung yang hadir.
Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Badung Wayan Suyasa, SH optimis kursi DPRD Badung naik 85 persen menjadi 12 kursi dari 7 kursi yang ada saat ini. Untuk meningkatkan perolehan kursi tersebut, Wayan Suyasa mengaku sudah menyiapkan kader-kader terbaik Golkar untuk maju dalam Pileg 2024.
“Dengan semangat kebersamaan Partai Golkar, kader-kader terbaik yang siap maju dan bertempur 2024 hadir dengan jumlah 5.000 orang,” tegas Wakil Ketua I DPRD Badung tersebut.
Selaku penyelenggara, Suyasa juga melaporkan, Partai Golkar siap bangkit menuju kemenangan 2024. Dia pun mengaku sangat menghormati kehadiran dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
“Mereka (para simpatisan dan pendukung Partai Golkar, red) selalu melihat di media bahwa begitu wibawanya beliau yang juga Menko Perekonomian Kabinet Presiden Jokowi dan memiliki loyalitas dan dedikasi dalam membantu Presiden Jokowi,” katanya.
Dia pun memuji Airlangga yang mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
“Itulah kader terbaik kita di Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto. Itu yang harus kita apresiasi,” tegasnya.
Sesuai dengan instruksi pusat, lanjut Wayan Suyasa, Partai Golkar pada 14 Februari 2024, di samping kemenangan pileg masing-masing baik kabupaten, kota, provinsi dan DPR RI, di sana juga ada pilpres.
"Kita wajib menang pileg dan menang pilpres, dan ujung-ujungnya menang pilkada. Itu yang terpenting,” tegasnya.
Ditambahkan juga bahwa jika Prabowo-Gibran menang maka akan ada penyeimbang kewilayahan di Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya. Sehingga warna politik di Bali tidak terus-terusan didominasi oleh partai-partai itu saja.
"Kita sudah siap menjalankan instruksi itu semua. Bagaimana supaya Golkar kembali jaya," pungkasnya.