Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Akibat Banjir Lahar dan Abu Vulkanik, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Rusak Parah

cabai
RUSAK – Lahan tanaman cabai warga terkena abu vulkanik Gunung Agung.

BALI TRIBUNE - Ratusan hektare sawah di tiga kecamatan terdampak erupsi Gunung Agung dinyatakan rusak parah. Selain akibat hembusan belerang dan abu vulkanik, kerusakan ratusan hektare sawah di tiga kecamatan masing-masing, Kecamatan Selat, Rendang dan Kecamatan Bebandem tersebut, juga akibat terjangan banjir lahar hujan.

Kadis Pertanian Karangasem, I Wayan Supandi, kepada wartawan Rabu (13/12), memastikan jika lahan yang rusak tersebut tidak bisa berproduksi dalam waktu lama dan gagal panen.

Menurutnya, sawah-sawah terdampak abu vulkanik tersebar di tiga kecamatan tersebut tingkat kerusakannya cukup beragam. Mulai dari kategori rusak ringan, sedang dan berat.

“Kategori ringan jika tingkat kerusakan sampai 25 persen, kategori sedang 50 persen dan berat 75 persen,” kata Supandi menjelaskan lebih detail.

Dari data sementara yang dimiliki, setidaknya luas lahan pertanian yang rusak parah sekitar 300 hektare.

Selain hektaran sawah padi yang berlokasi di sepanjang daerah aliran sungai di Desa Muncan utamanya di dekat bantaran Sungai Toya Sah, Desa Muncan, Kecamatan Selat, juga porak poranda oleh terjangan banjir lahar hujan. Bahkan sebagian besar sawah itu saat ini sudah berubah menjadi aliran sungai yang melebar menimbun hektaran pematang sawah yang ada di sana.

 Tanaman padi yang rusak akibat abu vulkanik tersebut diakuinya sebagian besar belum memasuki masa panen. Untuk mengurangi dampak kerugian yang lebih besar lagi, para petani akhirnya memanen tanaman padi mereka lebih awal sehingga kualitas padi yang dihasilkan tidak maksimal.

“Kerugaian yang dialami petani bukan hanya karena hasil panen yang lebih sedikit, tapi juga kualitas gabah yang dihasilkan di bawah standar. Di pasaran, gabah kering giling Rp 3.800 per kilogram. Kalau kualitasnya tidak standar tentunya harga akan di bawah itu,’’ jelas Supandi.

Saat ini pihaknya mengaku masih terus melakukan pendataan kerusakan termasuk kerugian yang dialami para petani. Namun yang pasti, terjangan banjir lahar hujan dan abu vulkanik sangat berdampak pada sektor pertanian. Dan saat ini sebagian besar petani di tiga kecamatan itu masih memilih menunda bercocok tanam termasuk mengolah lahan sawah mereka yang rusak parah tersebut, hingga bencana Gunung Agung berakhir.

I Made Karang (52), salah seorang petani di Subak Sidemen juga mengaku terpaksa menunda untuk menanam padi hingga erupsi Gunung Agung berakhir. Sedangkan untuk saat ini dia mengaku akan mencoba menanam jenis palawija yang tahan terhadap cuaca ekstrem agar ada penghasilan, mengingat selama ini dirinya hanya mengandalkan hidup dari hasil pertanian.

wartawan
Redaksi
Category

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click

Dewan Bangli Kritisi Jalan Rusak hingga Utang PEN 

balitribune.co.id | Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli yang digelar pada Jumat (25/9/2026) mengungkap RAPBD Bangli 2027 yang disampaikan pihak eksekutif tercatat senilai Rp1,32 triliun. Hal ini mendapat sorotan  DPRD Bangli. Rapat yang berlangsung secara maraton itu. dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dua Rumah Terbakar, Kerugian Tembus Rp260 Juta

balitribune.co.id | Singaraja - Dua rumah warga di Kabupaten Buleleng terbakar dalam waktu berbeda pada Minggu (27/9/2026). Kebakaran terjadi di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dan Banjar Dinas Padangbulia, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp260 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Mulai 1 Oktober 2026, Pelaporan Insidental Sektor Pasar Modal dan Bursa Karbon Wajib Lewat Sistem OJK

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon melalui digitalisasi pelaporan. Mulai 1 Oktober 2026, penyampaian laporan insidental kepada OJK wajib dilakukan melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Transaksi Digital Tumbuh 40,36 Persen, QRIS Tembus 69,32 Juta Pengguna

balitribune.co.id | Jakarta - Ekonomi dan keuangan digital (EKD) semakin dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensinya, sinergi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan talenta digital, serta keamanan sistem pembayaran menjadi agenda utama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

Baca Selengkapnya icon click

Gaya Asyik AHM Edukasi Safety Riding 4.603 Mahasiswa Lewat "Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar edukasi keselamatan berkendara bagi 4.603 mahasiswa yang dikemas dengan gaya khas anak muda sepanjang September 2026. Bersama seluruh jaringan main dealer sepeda motor Honda, para generasi muda diajak menjadikan aktivitas berkendara sebagai bagian dari perjalanan dalam mewujudkan mimpi dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.