balitribune.co.id I Mangupura - Rekasadana (Pergelaran) Calonarang bertajuk Geseng Waringin yang dibawakan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, memukau penonton di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar, Selasa (16/6/2026).
Sebagai Duta Kabupaten Badung dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, pementasan tersebut menghadirkan pesan spiritual yang selaras dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.
Ketua Sanggar Seni Majalangu I Made Agus Adi Santikayasa atau yang akrab disapa Gus Cupak, mengatakan lakon Geseng Waringin dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang diangkat dalam tema PKB. Melalui kisah pertemuan antara Mpu Bharadah dan Walunateng Dirah atau Calonarang, pertunjukan ini mengajak masyarakat untuk menjaga kesucian atma melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik.
“Dalam cerita menampilkan pertemuan antara Mpu Bharadah dan Walunateng Dirah atau Calonarang. Di sana Mpu Bharadah menasihati Walunateng Dirah supaya eling tekening dewek pedidi, artinya melakukan hal yang baik dan menjaga atma yang ada dalam diri agar tetap suci,” ujar Gus Cupak.
Menurutnya, pesan yang terkandung dalam kisah tersebut masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Ia menilai segala tindakan manusia berawal dari kebersihan hati dan pikiran. Dengan menjaga hati nurani tetap bersih, seseorang akan mampu melahirkan perkataan serta tindakan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Gus Cupak menambahkan, hati yang bersih juga menjadi sumber ketenangan dan kreativitas, khususnya bagi para seniman dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Karena itu, nilai-nilai yang diusung dalam pementasan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi inspirasi dalam proses berkesenian.
Dalam pementasan kali ini, Sanggar Seni Majalangu melibatkan sekitar 75 seniman yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda. Keterlibatan para seniman muda tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi dan pelestarian seni tradisi di Kabupaten Badung. Persiapan pementasan sendiri telah dilakukan sejak akhir Februari 2026 sehingga para seniman memiliki waktu yang cukup untuk mematangkan garapan.
“Untuk PKB tahun ini kami melibatkan kurang lebih 75 seniman. Seniman ini terdiri dari seniman muda semua. Tidak ada seniman-seniman tua, kecuali satu bintang tamu saya yang asli dari Kerobokan, yaitu Kak Kumis,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan seni dan budaya melalui berbagai program pembinaan. Salah satu inovasi yang dijalankan pada tahun 2026 adalah program Banjar Menari yang dilaksanakan di 62 desa dan kelurahan di Kabupaten Badung dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang seni tari dan seni tabuh.
Menurut Sukadana, PKB memiliki peran strategis dalam pelestarian, pengembangan, dan penggalian potensi seni budaya Bali. Hal tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan pariwisata berkualitas yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk mendukung partisipasi seniman dalam PKB XLVIII Tahun 2026.
“Pesta Kesenian Bali ini sangat besar sekali pengaruhnya terhadap pelestarian, pengembangan, dan penggalian potensi-potensi seni yang ada di Bali dan di Kabupaten Badung. Pemerintah Kabupaten Badung men-support dana kurang lebih sekitar Rp7 miliar sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan potensi seni budaya daerah,” tegas Sukadana.
Melalui dukungan tersebut, Kabupaten Badung berharap seni budaya Bali tidak hanya tetap lestari, tetapi juga terus berkembang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.