balitribune.co.id I Badung - Dua perenang open water swimming (OWS) Indonesia, Moch. Akbar Putra Taufik dan Sang Arka Ning Jaladri Prawatya masih belum mampu bersaing dengan perenang-perenang Asia lainnya pada hari pertama Asian Open Water Swimming (OWS) Championship ke-12 nomor 5 kilometer.
Pada kejuaraan yang berlangsung di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu (13/6), Akbar finis di posisi 18 dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 51,9 detik. Sementara Sang Arka di posisi 23 dengan catatan waktu 1 jam 2 menit 55,5 detik.
Keluar sebagai juara sekaligus meraih medali emas di nomor 5K putra ini perenang China Tianchen Lan dengan catatan waktu 56 menit 57 detik. Tempat kedua atau medali perak diraih perenang Vietnam Huy Huang Nguyen dengan catatan waktu 57 menit 04,1 detik. Dan medali perunggu juga disabet perenang Vietnam Tran Tuan Anh Mai setelah finis dengan catatan waktu 57 menit 04,6 detik.
Ditemui usai menyelesaikan lomba, Moch Akbar mengatakan persaingan dengan perenang-perenang Asia di event Asian OWS Championship ke-12 ini, memang sangat ketat.
“Mereka cepat-cepat, seru sekali, dan saya bersyukur bisa finis meski tidak menjadi yang tercepat,” ujar Akbar sembari menambahkan bahwa kejuaraan OWS Championship Asia ke-12 menjadi pelajaran penting baginya.
Akbar mengaku dirinya baru pertama kali turun di OWS Championship Asia dan dia sudah tahu bahwa persaingannya bakal berat karena lawan yang turun juga kencang-kencang. Akbar masih akan berjuang kembali di nomor estafet 4 kali 1.500 meter.
Wakil Indonesia di nomor 5 km putri, Gusti Ayu Made Nadya Saraswati selesai di peringkat 16 dengan catatan waktu 1 jam 7 menit 30 detik. Nadya mengaku tantangan terberat adalah ombak di Pantai Jimbaran cukup besar dan sengatan matahari.
OWS Championship ke-12, kata perenang berusia 19 tahun dari Denpasar ini sangat memberi pengalaman berarti dalam dirinya bersaing dengan atlet Asia lainnya.
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, menila Asia Open Water Swimming Championship ke-12 menjadi ajang yang baik untuk seluruh atlet asal Indonesia untuk bisa meningkatkan prestasinya.
Khusus untuk Bali, bisa meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata karena mendatangkan 78 perenang dari 18 negara. “Sekarang bisa membawa nama baik olahraga renang dan menjadi lebih semarak serta lebih memasyarakatkan olahraga ini,” ucapnya.