Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bade Padma Negara Mengempas Ribuan Warga

Bade Rakasana “Padma Negara’ Bergerak merabas ribuan orang di lintasan menuju kuburan adat.

BALI TRIBUNE - Tidak hanya di Peliatan maupun Ubud, Pelebon Agung/Royal Cremation di Puri Ageng Blahbatuh juga memagnet puluhan ribu orang, Selasa (18/12).  Sebagaimana  Pelebon Agung Raja Blahbatuh yang terakhir pada Tahun 1962 silam, penghormatan terakhir dan sifatnya utama juga dipersembahkan untuk Ida I Gusti Ngurah Jelantik. Dengan bersaranakan Bade Padma Negara setingggi 24 meter berbobot 15 ton dan Lembu Petak yang berukuran raksasa pula. Suara riuh dan mistis langsung menyelimuti kawasan Puri Ageng Blahbatuh setelah waktu menunjukkan  12.30 Wita. Gambelan baleganjur pun menggema di setiap sudut di Puri Ageng Blahbatuh dan di areal Catuspata Blahbatuh. Ribuan krama bersorak sembari mengarak bade raksasa yang sempat diragukan akan sulit digerakkan. Dua benda raksasa ini pun bergerak seakan melabrak ribuan orang yang menyemut di sepanjang lintasan menuju Kuburan Adat Blahbaruh. Sejumlah pohon perindang pun bertumbangan dirabas iringan benda raksasa tersebut. Pelebon  Penglingsir Puri Blahbatuh, Ida I Gusti Ngurah Djelantik yang merupakan cucu Raja  Blahbatuh yang terakhir ini, memang dipersembahkan khusus. Dalam mengarak bade, pihak puri dibantu 3.000 krama dari 13 banjar, yakni delapan banjar dari Desa Adat Bahbatuh dan lima banjar dari luar Desa Adat Blahbatuh. Lantaran jarak Puri Blahbatuh ke Setra Blahbatuh mencapai dua kilometer, pengarakan bade pun dilakukan secara estafet, yakni sembilan kali estapet. Keramaian sudah terlihat di Puri Ageng Blahbatuh sejak pukul 10.00 Wita. Mulai dari masyarakat yang ingin menonton, para krama yang membantu jalannya prosesi, hingga para tamu undangan yang didominasi raja-raja Nusantara. Kehadiran para raja se-Nusantara ini tak terlepas dari peran mendiang, yang selalu aktif dalam kegiatan Forum Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Putra mendiang, Anak Agung Ngurah Kakarsana ditemui sebelum pengarakan, mengatakan plebon ini diperuntukkan untuk ayahnya, Ida I Gusti Ngurah Djelantik, yang tak lain adalah penglisir Puri Ageng Bahbatuh. Kata dia, proses plebon dibantu 13 banjar. Sementara krama yang membantu untuk mengarak mencapai 3.000 orang.  “Pengambilan plebon utama, memakai pemereman padma negara. Terakhir pelebon yang sama juga dilaksankan pada tahuan 1962 untuk mendiang cicit kami, yang merupakan kakek almarhum ayahanda kami,” ujarnya. Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, pihaknya mengerahkan 80 personel untuk pengamanan. Dalam hal ini, yang menjadi fokus atensi pihaknya ialah kelancaran lalu lintas. Supaya tidak menimbulkan kemacetan, pihaknya pun mengalihkan sejumlah arus lalu lintas. Sehingga sampai prosesi berakhir, lalu lintas Kabupaten Gianyar terpantau lancar. Menarik dalam plebon ini, pihak puri juga menggandeng komunitas lingkungan, Trash Hero. Dimana, anggota komunitas ini berjalan di barisan paling belakang sembari memikul karung. Sembari berjalan, mereka memungut sampah yang dibuang sembarangan oleh penonton. Sebelum iring-ringan berlangsung, mereka juga menyelinap dalam kerumunan penonton untuk memungut sampah. Dampaknya, pencemaran lingkungan dari sampah dapat dihindari.

wartawan
Redaksi
Category

Wujudkan Budaya Tertib Lalin, Astra Motor Bali Soroti 6 Pemicu Utama Kecelakaan

balitribune.co.id  | Denpasar - Astra Motor Bali terus berkomitmen mendukung terciptanya budaya keselamatan berkendara di jalan raya sejalan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026. Melalui edukasi berkelanjutan, Astra Motor Bali mengajak masyarakat untuk semakin disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas berkendara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bendungan Sangsang Jebol, Puluhan Hekta Sawah dan Tambak Terancam

balitribune.co.id | Gianyar - Untuk kesekian kalinya, Bendungan Sangsang di Desa Lebih, Gianyar, kembali jebol. Akibatnya, tidak ada aliran air di Sungai Pakerisan yang menjadi sumber air irigasi  puluhan hektare sawah dan tambak. Kondisi ini membuat resah para petani, larena terancam gagal tanam. Terlebih, tanaman padi di wilayah itu, rata-rata baru berumur sekitar satu pekan terancam mengalami kekeringan akibat terhentinya suplai air. 

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sanjaya Hadiri Karya Agung di Pura Manik Toya, Batannyuh, Marga

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Uleman Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Manik Toya, Banjar Adat Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (5/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.