Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bagaimana Cara Mengelola Hutang Yang Menumpuk? 5 Tips Ini Bisa Jadi Solusi!

ilustrasi
Bali Tribune / Ilustrasi (ist)

balitribune.co.id | Di era modern seperti sekarang, banyak orang sulit membedakan antara kebutuhan utama dan gaya hidup. Batas antara keduanya semakin kabur, sehingga banyak yang tergoda untuk memenuhi kebutuhan tambahan dengan fasilitas kartu kredit atau pinjaman online. Akibatnya, penghasilan bulanan semakin terkuras untuk membayar cicilan.

Lalu, bagaimana cara menghindari jeratan utang? Simak lima langkah berikut!

1. Buat Daftar Utang
Jika Anda memiliki lebih dari satu fasilitas kredit, buatlah daftar utang yang mencantumkan jumlah cicilan dan tanggal jatuh tempo. Dengan cara ini, Anda dapat menghitung total pengeluaran khusus untuk pembayaran utang. Apakah cicilan menjadi bagian terbesar dari penghasilan Anda? Jika ya, maka saatnya melakukan evaluasi!

2. Evaluasi Pengeluaran
Setelah mengetahui total utang, buat juga daftar pengeluaran di luar cicilan. Bisa jadi ada pengeluaran tidak penting yang masih bisa dipangkas. Dengan melakukan evaluasi ini, Anda dapat menyisihkan sebagian gaji untuk ditabung.

3. Hindari Menambah Utang Baru
Fasilitas seperti pinjaman online, paylater, dan kartu kredit memang menawarkan kemudahan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, utang baru hanya akan menambah beban finansial Anda. Hindari pola gali lubang, tutup lubang yang justru memperburuk kondisi keuangan.

4. Cari Penghasilan Tambahan
Manfaatkan waktu luang setelah jam kerja untuk mengasah keterampilan dan mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan tambahan penghasilan, Anda lebih leluasa mengatur keuangan, menabung, dan membayar cicilan tanpa mengorbankan kebutuhan pokok.

5. Pertimbangkan Konsolidasi Utang
Menggabungkan beberapa utang ke dalam satu fasilitas kredit dapat membantu Anda mengelola pembayaran dengan lebih mudah. Dengan konsolidasi utang, Anda hanya perlu membayar satu cicilan per bulan dengan nominal yang lebih ringan dibandingkan dengan total cicilan sebelumnya. Bahkan, ada program konsolidasi yang dapat menghemat cicilan hingga 40%.

Solusi Konsolidasi Utang dengan Bedah Utang BPR Lestari Bali

Jika Anda mencari solusi untuk meringankan cicilan, program "Bedah Utang dari BPR Lestari Bali" bisa menjadi pilihan. Manfaatnya antara lain:
- Efisiensi pembayaran cicilan dengan menggabungkan semua utang dalam satu fasilitas kredit.
- Suku bunga ringan, mulai dari 1,3% per bulan.
- Jangka waktu cicilan hingga 15 tahun.
- Penghematan hingga 40% dari total cicilan sebelumnya.

Jadi tunggu apalagi bayar cicilan tanpa pusing! Ajukan Bedah Utang BPR Lestari Bali sekarang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi [www.bprlestari.com](http://www.bprlestari.com) atau hubungi "Tanya Lestari di 081999684000".

Dengan langkah yang tepat, Anda bisa terbebas dari utang dan lebih leluasa mengatur keuangan!

wartawan
ARW
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tewasnya Desak Gayatri di Moskow Ungkap Risiko Fatal Berangkat Non-Prosedural

balitribune.co.id | Singaraja - Desak Komang Ayu Gayatri, pekerja migran asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, meninggal dunia saat bekerja di Kota Moskow, Rusia. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, Desak Gaytari meninggal dalam peristiwa kebakaran yang terjadi ditempatnya bekerja.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.