Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali Safari Gelar Tumpek Kandang

Bali Tribune /Perayaan Tumpek Kandang, sebuah tradisi selamatan untuk para satwa, yang diperingati setiap 6 bulan atau 210 hari sekali, pada hari Sabtu Kliwon Wuku Uye.
Balitribune.co.id | Gianyar - Sabtu, 9 Mei lalu adalah hari yang cukup istimewa bagi warga Hindu di Bali, tak terkecuali bagi Bali Safari & Marine Park, yang dihuni oleh lebih dari 100 spesies satwa nan eskotik dan menawan. Sebab, ada perayaan Tumpek Kandang, sebuah tradisi selamatan untuk para satwa, yang diperingati setiap 6 bulan atau 210 hari sekali, pada hari Sabtu Kliwon Wuku Uye.
 
“Tumpek Kandang kali ini memang cukup istimewa, karena diadakan ditengah pandemi virus Corona (Covid-19) dan tanpa kehadiran pengunjung. Melalui Tumpek Kandang ini pula, kami menitipkan doa agar wabah Covid-19 ini segera usai dan situasi kembali normal, sehingga Bali Safari sebagai tempat edukasi dan rekreasi keluarga terfavorit serta lembaga konservasi yang fokus menyelamatkan satwa-satwa langka ini bisa dibuka kembali melayani pengunjung,” ujar Thomas Colbert, General Manager Bali Safari Park di Gianyar, Senin (11/5).
 
Tradisi ini katanya, digelar sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Sang Hyang Rare-Angon, Dewa Satwa. Tumpek Kandang berasal dari dua kata, yakni “Tumpek” berarti Sabtu, dan “Kandang” berarti satwa peliharaan seperti, sapi, babi, ayam, dan lain-lain. 
 
Warga Bali menganggap bahwa satwa sebagai teman seumur hidup yang diciptakan Tuhan, dan merasa banyak dibantu oleh satwa, terutama dalam memenuhi kebutuhan makanan, pekerjaan, upacara keagamaan, serta urusan perekonomian. 
 
Oleh karena itu, Tumpek Kandang menjadi momen yang digunakan sebagai sarana dan bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan yang telah melimpahkan kemakmuran melalui kehadiran satwa. 
 
 
"Begitu pula dengan Bali Safari yang sangat mengistimewakan satwa. Sebagai lembaga konservasi, tentunya sudah menjadi kewajiban Bali Safari dalam menyelamatkan dan merawat satwa-satwa langka yang terancam keberadaannya," kata Thomas Colbert, seraya menuturkan, Bali Safari menggelar Tumpek Kandang secara sederhana tanpa adanya pengunjung akibat penutupan sementara. 
 
Dalam prosesi upacara tersebut, juga dihadirkan beberapa spesies satwa seperti, orang utan, ular, iguana, dan aneka jenis burung. Satwa-satwa ini didoakan melalui percikan air suci agar tetap lestari dan selama prosesi tersebut tetap menerapkan prosedur tanggap Covid-19 seperti, social distancing dan pemakaian masker bagi 5 keeper (perawat satwa), yang mendampingi sejumlah satwa tersebut. 
 
Tumpek Kandang menjadi bukti bahwa Bali Safari -- merupakan unit dari Taman Safari Indonesia (TSI) Group yang berdiri sejak tahun 2007 dan berlokasi di Jl Prof Dr IB Mantra km 19,8, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar -- beserta masyarakat Bali, sadar akan kesejahteraan satwa. Tak hanya dikhususkan untuk hewan ternak saja, satwa liar juga dianggap penting bagi manusia. 
 
"Tanpa keberadaan mereka (para satwa, red), siklus hidup tak akan berjalan sempurna bahkan terganggu. Melalui perayaan ini pula, kami kembali diingatkan untuk terus menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan dan alam," jelas Thomas Colbert.
 
Menurutnya, hanya di Bali Safari Park, konservasi satwa menyatu padu dengan budaya khas Bali yang cukup kental. Pengunjung dimanjakan dengan aneka ornamen khas Bali dan ragam satwa dari berbagai belahan dunia, serta hadirnya Mara River Safari Lodge, dimana pengunjung diajak menginap di resort berkelas dunia dengan panorama alam yang mengagumkan. 
wartawan
Djoko Moeljono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.