Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali Tuan Rumah Global Health Security, Menteri 49 Negara Hadir Membahas Ketahanan Kesehatan Global

MENYAMBUT BAIK - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani Bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek didampingi Gubernur Bali Wayan Koster diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, menyambut baik diselenggarakannya pertemuan ini terlebih Indonesia menjadi tuan rumah dalam pembahasan kesehatan global.

BALI TRIBUNE -  Dengan nuansa keindahan alam dan kekentalan budaya yang dimiliki, Pulau Bali kembali dipercayai sebagai tuan rumah pertemuan internasional Global Health Security Agenda ke 5 (GHSA). Sebanyak 600 delegasi dari 49 negara anggota GHSA hadir di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) mulai dari tanggal 6-8 November guna membahas ketahanan kesehatan global. Dalam kesempatan tersebut,  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster diwakili  Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, menyambut baik diselenggarakannya pertemuan ini terlebih Indonesia menjadi tuan rumah dalam pembahasan kesehatan global. Menurutnya  dari konteks nasional, pertemuan diharapkan dapat mendorong penguatan ketahanan kesehatan nasional dan lebih meningkatkan kerja sama lintas sektor, serta menjadi ajang bagi Indonesia untuk berbagi praktik terbaik dalam pencapaian ketahanan kesehatan global dan nasional. Disamping itu, ia juga mengatakan bahwa perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik risiko kematian yang tinggi dan penyebaran yang sangat cepat. Globalisasi yang mengakibatkan peningkatan mobilitas manusia dan hewan lintas negara serta perubahan gaya hidup manusia juga telah berkontribusi mempercepat proses penyebaran wabah menjadi ancaman keamanan kesehatan global. Peningkatan ancaman keamanan kesehatan global tersebut menjadi ancaman serius bagi sistem kesehatan nasional dan mengakibatkan kerusakan besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa outbreak wabah Ebola di Guinea, Liberia dan Sierra Leone pada tahun 2014 mengakibatkan pertumbuhan negatif perekonomian ketiga negara tersebut lebih dari setengah pertumbuhan ekonomi sebelum outbreak. Untuk itu, Puan Maharani beherharap Pertemuan GHSA Bali akan menjadi momentum untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah untuk mengimplementasikan secara penuh IHR (2005) antara lain penyelesaian Rencana Aksi Nasional Keamanan Kesehatan Global, penguatan kelembagaan di Pusat dan Daerah melalui penuntasan Instruksi Presiden Presiden tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia (saat ini telah sampai di Kantor Presiden), pengarusutamaan Keamanan Kesehatan Global dalam pembangunan nasional, penyediaan anggaran khusus bagi Keamanan Kesehatan Global, sosialisasi dan simulasi penanganan pandemi, serta pengetahuan mengenai Keamanan Kesehatan Global pada pendidikan formal, informal dan non-formal. Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan tahunan dan tertinggi dalam forum GHSA dengan tujuan meningkatkan komitmen negara dalam mencapai ketahanan kesehatan global, regional, dan nasional, sekaligus sebagai upaya berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam upaya mencegah, mendeteksi, dan merespons cepat berbagai penyakit menular berpotensi wabah. Dalam pertemuan ini akan meningkatkan komitmen negara dalam mengatasi ancaman keamanan kesehatan global melalui peluncuran GHSA 2024 Framework dan pengesahan Deklarasi Bali. “Disamping  dalam bentuk Pleno yang terbagi ke dalam 5 Sesi yang membahas “Advancing Global Partnership” pada tingkat global, regional dan nasional serta koordinasi Action Packages, dalam pertemuan ini juga akan digelar 8 Side Events dan 4 back-to-back Meeting, jadi saya harap pertemuan ini dapat berjalan dengan lancar dan dengan keindahan alam Bali dapat menjadi inspirasi para peserta dalam mengikuti agenda tahunan ini”, pungkasnya.

wartawan
Release
Category

Alih Fungsi Lahan di Badung Semakin "Gila-gilaan", Tahun 2024 Saja Mencapai 348 Hektar

balitribune.co.id | Mangupura - Masifnya pembangunan berdampak serius terhadap alih fungsi lahan di Kabupaten Badung.  Tercatat setiap tahun alih fungsi lahan terus bertambah. Bahkan alih fungsi lahan terjadi secara "gila-gilaan" pada tahun 2024. Dimana dalam setahun itu dua ratusan hektar lahan produktif di Gumi Keris berubah menjadi beton.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penenun Berusia Lanjut di Sidemen, Mengukir Keindahan Endek dan Songket

balitribune.co.id | Amlapura - Kecamatan Sidemen sejak dulu dikenal sebagai daerah sentra tenun Endek dan Songket di Kabupaten Karangasem. Jika berkunjung dan berwisata ke sejumlah DTW di Kecamatan Sidemen, maka sayup wisatawan akan mendengar derak dan hentakan alat tenun tradisional yang berasal dari beberapa sentra tenun yang ada di dekat sejumlah objek wisata alam di daerah ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kementerian Perindustrian Dukung Bali Fashion Network® 2026: Sinergi Pemerintah dan Industri Kreatif untuk Masa Depan Fashion di Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Menjelang penyelenggaraan Bali Fashion Network® (BFN) 2026 pada 18 Oktober mendatang di International Conference Center (ICC) Bali, dukungan terhadap industri fashion berkelanjutan semakin menguat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.